
Perayaan Natal di Lapas Kelas IIA Parepare
Sebanyak 18 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Kelas IIA Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar perayaan ibadah Natal pada hari Rabu, 17 Desember 2025. Mereka terlihat sumringah dan antusias dalam merayakan momen spesial ini.
Pantauan yang dilakukan menunjukkan bahwa suasana Natal sangat terasa di dalam lapas tersebut. Berbagai pernak-pernik Natal seperti pohon Natal, balon, serta tulisan "Merry Christmas" memenuhi sudut-sudut tribun yang menjadi lokasi ibadah. Warga binaan tampak rapih dengan mengenakan baju kaos putih seragam.
Saat ibadah dimulai, para warga binaan umat Kristen terlihat serius mengikuti prosesi ibadah. Beberapa di antara mereka bahkan meneteskan air mata saat Khotbah Natal disampaikan oleh pendeta. Hal ini menunjukkan betapa mendalamnya makna perayaan Natal bagi mereka.
Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, menjelaskan bahwa perayaan Natal selalu menjadi momen penting bagi warga binaan yang beragama Kristen. Menurutnya, pihaknya terus berupaya memenuhi hak-hak warga binaan dalam menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing.
"Kami sengaja mendesain acara ini agar perayaan Natal lebih meriah. Kami selalu berupaya memenuhi hak warga binaan kami," ujarnya.
Dalam perayaan Natal tahun ini, pihak lapas juga mengundang keluarga warga binaan serta Sekolah Lentera Harapan (SLH). Marten menyatakan bahwa undangan ini bertujuan untuk membuat perayaan Natal lebih meriah dan memberi kesempatan kepada warga binaan untuk bersilaturahmi dengan keluarga meski sedang menjalani pembinaan.
"Ini adalah upaya kami untuk mendekatkan warga binaan dengan keluarga mereka," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis, religius, dan inklusif. Tujuannya adalah untuk mendukung proses pembinaan warga binaan agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat.
Warga binaan Lapas Kelas IIA Parepare dengan inisial AW mengungkapkan rasa syukurnya karena masih bisa merayakan Natal bersama keluarganya meskipun berada di dalam lapas. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kalapas yang telah menginisiasi perayaan Natal 2025 ini.
"Saya sempat khawatir tidak bisa merayakan Natal bersama keluarga. Alhamdulillah, kami diberi kejutan dengan undangan keluarga sehingga bisa beribadah bersama meski di dalam lapas," ujarnya.
Aktivitas dan Persiapan Perayaan Natal
- Penghiasan tempat ibadah: Pohon Natal, balon, dan dekorasi lainnya dipasang di berbagai sudut tribun.
- Seragam warga binaan: Semua warga binaan mengenakan baju kaos putih seragam yang rapih.
- Undangan keluarga: Beberapa keluarga warga binaan diundang untuk ikut serta dalam perayaan Natal.
- Kehadiran Sekolah Lentera Harapan (SLH): SLH turut serta dalam kegiatan perayaan Natal.
- Khotbah Natal: Pendeta memberikan khotbah yang membuat beberapa warga binaan meneteskan air mata.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar