Kemenhaj Sumbar libatkan perbankan dan UMKM bangun ekosistem ekonomi haji masa mendatang

aiotrade, PADANG - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatra Barat mengambil langkah penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mensukseskan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah di Ranah Minang.

Plt. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumbar, M. Rifki mengatakan dalam membangun ekosistem ekonomi haji ini, Kanwil Kemenhaj Sumbar melibatkan dari pihak perbankan hingga pelaku UMKM.

“Perbankan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program-program ekosistem ekonomi haji dan umrah. Makanya, melalui kolaborasi ini tidak cukup dilakukan sekali, tetapi perlu diperkuat melalui komunikasi dan konsolidasi yang berkelanjutan,” katanya, dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).

Dia menilai kehadiran perbankan sangat strategis dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah. Karena memang, pengelolaan haji dan umrah tidak bisa hanya dipandang sebagai kegiatan musiman. 

Menurutnya jika haji berlangsung dalam rentang waktu tertentu, maka umrah berjalan sepanjang tahun dan memiliki potensi besar, baik dari sisi layanan maupun dampak ekonomi.

“Untuk di Sumbar saja, keberangkatan umrah sangat ramai. Senin dan Rabu awal Januari 2026  masing-masing 420 jemaah berangkat langsung ke Jeddah. Bahkan dalam setahun potensinya bisa lebih dari 50 ribu jemaah umrah,” jelasnya.

Oleh karena itu, Rifki menegaskan bahwa peran Kemenhaj dalam pengawasan dan pengelolaan keberangkatan umrah masih perlu diperkuat. Setiap pekan, ratusan jemaah berangkat umrah dari Sumbar, dan hal ini merupakan potensi besar, namun selama ini belum dikelola dalam satu sistem yang utuh. 

Ke depan, kata Rifki, pihaknya akan mengintensifkan pengawasan terhadap penyelenggara umrah, termasuk aspek perizinan dan kepatuhan terhadap sistem yang berlaku. “Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan tertib, terdaftar, dan terlindungi. Di sisi lain, potensi ekonomi dari umrah ini sangat besar dan belum sepenuhnya terkelola,” sebut dia.

Dikatakannya dari sisi lain, Kemenhaj Sumbar juga tengah merancang konsep pemberangkatan umrah terpusat melalui Asrama Haji, menyerupai pola layanan haji. Jemaah direncanakan menginap satu malam, menyelesaikan seluruh proses administrasi, imigrasi, hingga diberangkatkan secara terkoordinasi.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Dinas Kesehatan, Imigrasi, dan UPT Asrama Haji. Semua mendukung. Jika ini terwujud, Asrama Haji akan hidup setiap hari, dan ekosistem ekonomi haji–umrah akan tumbuh lebih kuat,” jelasnya.

Kemudian Rifki juga mengungkapkan dorongan dari pemerintah pusat agar daerah mulai menyiapkan UMKM yang mampu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi haji dan umrah. Mulai dari kebutuhan perlengkapan jamaah hingga produk khas daerah yang dapat mendukung perputaran ekonomi lokal.

“Bayangkan jika UMKM Sumbar bisa menyiapkan perlengkapan jamaah, koper, kain ihram, hingga produk makanan. Potensi ini sangat besar. Bahkan satu jamaah membawa satu kilogram produk lokal saja, dampaknya luar biasa bagi ekonomi daerah,” ungkap dia.

Dengan sinergi yang solid, lanjutnya, ekosistem ekonomi haji dan umrah di Sumbar diharapkan mampu bangkit dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di tengah pemulihan pascabencana.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan