Kementerian Kelautan: Pesawat Patroli Hilang

Pesawat Patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan Hilang Kontak di Sulawesi Selatan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengonfirmasi bahwa pesawat jenis ATR 42-500 yang hilang kontak di daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, merupakan pesawat patroli milik lembaga tersebut. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono atau dikenal dengan panggilan Ipunk, menyampaikan informasi ini saat dihubungi oleh ANTARA.

"Iya itu pesawat patroli," ujarnya. Namun, hingga saat ini, pihaknya masih belum mengetahui kabar para petugas yang berada di dalam pesawat karena pesawat tersebut belum ditemukan.

Ipunk menjelaskan bahwa KKP melalui Direktorat Jenderal PSDKP akan menerjunkan personel untuk membantu proses pencarian. "Iya (dari KKP akan menerjunkan) personel. Bahkan malam ini saya mau terbang ke sana," katanya.

Data Awal tentang Penumpang Pesawat

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dilaporkan memuat 10 orang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyebutkan bahwa jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) adalah sebanyak 10 orang.

"Jumlah orang di dalam pesawat (persons on board/POB) dilaporkan sebanyak 10 orang," kata Lukman. Ia menyebutkan bahwa 10 orang tersebut terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Meski demikian, Lukman tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas ke-10 orang tersebut.

Rincian Penerbangan dan Lokasi Pencarian

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT yang hilang kontak tersebut adalah pesawat produksi tahun 2000 dengan nomor seri 611. Pesawat ini sedang melakukan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Saat ini, pesawat tersebut sedang dalam tahap pencarian. Target pencarian dilakukan di area pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Maros. Lokasi tersebut juga menjadi Posko Basarnas.

Pencarian lanjutan direncanakan akan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas, yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA.

Persiapan NOTAM dan Informasi Cuaca

AirNav Indonesia saat ini tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue). Informasi awal mengenai kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan.

Detail dan konfirmasi lebih lanjut masih dalam proses koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Koordinasi Intensif Antar Instansi

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya guna memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan