
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas jalan nasional di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Bali. Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan dan peningkatan infrastruktur dilakukan secara berkelanjutan.
“Beberapa ruas jalan masih dalam proses pengerjaan, sementara sebagian lainnya telah memasuki tahap kontrak pada tahun ini dan akan terus dikerjakan hingga tahun depan,” ujar Dody dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Ahad, 21 Desember 2025.
Peningkatan kualitas jalan ini bertujuan untuk melancarkan arus lalu lintas serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, baik saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) maupun Lebaran Idulfitri mendatang. Kementerian PU optimis infrastruktur jalan nasional di Jawa Tengah dan Jawa Timur mampu mendukung mobilitas masyarakat dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan selama periode Nataru 2025/2026.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, beberapa ruas jalan masih dalam tahap pengerjaan, sementara sebagian lainnya sudah mulai dikontraktorkan pada tahun ini dan akan terus dikerjakan hingga 2026. Dalam rangka menghadapi Nataru, Kementerian PU menyiapkan sejumlah posko untuk pemantauan infrastruktur.
Dody menjelaskan bahwa setiap posko Nataru akan dilengkapi dengan Disaster Relief Unit (DRU) serta material tanggap bencana seperti sheet pile dan sand bag. Menurutnya, keberadaan posko tidak hanya untuk kesiapsiagaan bencana, tetapi juga untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Di setiap posko selalu kita siapkan DRU seperti sheet pile, sand bag, dan lain-lain,” tambah Dody.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menyampaikan bahwa kesiapan jalan nasional di Jawa Tengah hingga Yogyakarta mencapai 91,73 persen. Total ruas jalan yang tersedia adalah 296 ruas dengan panjang total 1.886,6 kilometer. Titik rawan kepadatan terletak di jalur pantai utara Jawa (Pantura), khususnya di wilayah Demak hingga Rembang.
Jalur penghubung tersebut menjadi fokus pengawasan selama Nataru. “Kementerian PU terus melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan jalan nasional secara berkelanjutan,” ucap Iqbal.
BBPJN Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kesiapan jalan nasional di Jawa Tengah-Yogyakarta dapat meningkat menjadi 94 persen pada 2026, dan terus naik hingga 97 persen pada akhir 2027. Peningkatan ini sejalan dengan penanganan bertahap di ruas-ruas prioritas.
Di sisi lain, di Jawa Timur hingga Bali, Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali, Javid Hurriyanto, menjelaskan bahwa kesiapan jalan nasional di Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai 94,83 persen dengan jumlah 259 ruas dan total panjang jalan 2.261,68 kilometer. Sementara di Bali, kesiapan jalan nasional telah mencapai 97,71 persen dengan total 79 ruas sepanjang 589,64 kilometer.
“Diharapkan pada tahun 2026 kemantapan jalan nasional di Provinsi Jawa Timur dan Bali juga mengalami peningkatan sehingga semakin mempermudah konektivitas masyarakat,” ujar Javid.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar