
Gubernur Jawa Tengah Minta ASN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja guna menghadapi tantangan baru pada tahun 2026.
"Sepuluh bulan kemarin kita lalui, harus kita syukuri dengan cara meningkatkan kinerja sekaligus harus siap menghadapi tantangan 2026 yang akan datang," ujarnya dalam pernyataannya di Semarang, Senin.
Selama tahun 2025, kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan perkembangan positif. Dalam sepuluh bulan kepemimpinan Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, berbagai indikator pembangunan menunjukkan hasil yang menggembirakan di berbagai sektor.
Fokus Utama Pembangunan Tahun 2025
Luthfi menyebutkan tiga fokus utama pembangunan sepanjang 2025, yaitu: * Penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. * Perluasan akses pendidikan. * Percepatan pembangunan infrastruktur.
Data menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,37 persen secara tahunan (year on year), melampaui rata-rata nasional. Tingkat pengangguran terbuka juga menurun sebesar 0,12 persen menjadi 4,66 persen pada Agustus 2025.
Capaian di Sektor Investasi dan Pendidikan
Di sektor investasi, realisasi hingga triwulan III 2025 mencapai Rp66,1 triliun dan mampu menyerap 326.462 tenaga kerja. Pada bidang pendidikan, sekitar 1.100 anak yang sebelumnya putus sekolah telah kembali mendapatkan hak pendidikan. Selain itu, ribuan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem difasilitasi melalui program sekolah kemitraan dengan sekolah swasta.
Program Kesehatan Dasar
Untuk layanan kesehatan dasar, program dokter spesialis keliling (Speling) telah dilaksanakan sebanyak 876 kali hingga Desember 2025. Program ini menjangkau 738 desa di 388 kecamatan dengan total sasaran 83.137 warga.
"Seluruh capaian itu membuktikan bahwa Pemprov Jateng telah bekerja dengan ikhlas dan tulus. Jadi nafasnya kolaborasi, yaitu kerja-kerja bersama antara seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bupati dan wali kota, serta 'stakeholder' terkait," katanya.
Komitmen Menghadapi Tahun 2026
Menghadapi 2026, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi swasembada pangan. Upaya tersebut telah dimulai melalui pembangunan infrastruktur pendukung yang dilaksanakan sepanjang 2025.
Ia berharap kerja berjenjang dan berkelanjutan dapat dijalankan secara optimal mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa agar target pembangunan dapat tercapai secara merata.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar