Keracunan MBG Menyerang 30 Siswa SMA di Kairatu Maluku

Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi di Desa Kairatu

AMBON, aiotrade.app – Sebuah kejadian dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Kejadian ini menimpa puluhan siswa yang mengalami gejala mual, muntah, diare dan pusing kepala setelah menyantap hidangan MBG.

Siswa-siswa yang terkena dampak keracunan tersebut adalah para siswa SMA Negeri 1 Kairatu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat, Gariman Kurniawan, mengonfirmasi bahwa sebanyak 30 orang siswa dari sekolah tersebut pagi ini dilarikan ke Puskesmas Kairatu untuk menjalani perawatan medis.

“Saat ini kita sedang menangani siswa SMA Negeri 1 Kairatu yang baru masuk ke puskesmas pagi ini, ada sekitar 30 orang yang baru masuk,” ujar Gariman kepada aiotrade.app via telepon, Selasa.

Puluhan siswa tersebut dilarikan ke Puskesmas Kairatu setelah mengalami gejala-gejala keracunan. Menurut informasi yang didapatkan, para siswa tersebut diketahui telah menyantap hidangan MBG yang disediakan di sekolah mereka pada Senin (20/10/2025). Namun, gejala keracunan baru muncul pada hari ini.

“Itu mereka santap MBG dari kemarin cuma gejalanya baru muncul dan dirasakan tadi pagi, sehingga langsung dibawa ke puskesmas,” tambah Gariman.

Gariman memastikan bahwa penanganan terhadap puluhan siswa yang mengalami keracunan tersebut dilakukan secara baik oleh petugas medis di Puskesmas Kairatu. Ia berharap kondisi para korban segera membaik dan bisa pulih sepenuhnya.

“Sementara ditangani, semoga kondisi korban segera pulih dan lekas sembuh agar mereka bisa pulang ke rumah,” katanya.

Sebelumnya, Ratusan Siswa Juga Mengalami Keracunan

Sebelum kejadian ini, lebih dari 140 siswa di tiga sekolah yaitu SD Inpres Talaga Ratu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Seram Bagian Barat, dan Taman Kanak-kanak Talaga Ratu di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, juga mengalami keracunan usai menyantap hidangan MBG pada Senin (20/10/2025).

Hidangan yang disajikan bagi ratusan siswa tersebut terdiri dari nasi putih, telur, tahu, dan sayur. Setelah mengonsumsi hidangan tersebut, ratusan siswa kemudian mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing kepala. Beberapa dari mereka bahkan mengalami muntah darah hingga mengeluarkan busa putih dari mulutnya.

Penyebab Keracunan Masih Dalam Penyelidikan

Meski penyebab pasti dari kasus keracunan ini belum sepenuhnya diketahui, pihak dinas kesehatan sedang melakukan investigasi lanjutan. Mereka mencari tahu apakah keracunan disebabkan oleh bahan makanan yang tidak segar atau adanya kontaminasi selama proses pengolahan.

Gariman menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan memberikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi para siswa. Ia juga mengimbau kepada masyarakat dan pihak sekolah untuk tetap waspada dan memastikan kualitas serta kebersihan makanan yang disajikan dalam program MBG.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan