Kewirausahaan, Kunci Kemandirian Ekonomi, Sekda Lotim Dorong UMKM Naik Kelas di Masbagik

Kewirausahaan, Kunci Kemandirian Ekonomi, Sekda Lotim Dorong UMKM Naik Kelas di Masbagik

Kewirausahaan, Kunci Kemandirian Ekonomi, Sekda Lotim Dorong UMKM Naik Kelas di Masbagik

Kewirausahaan sebagai Pilar Penting dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kewirausahaan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi lapangan kerja formal, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbukti mampu menjadi penopang ekonomi keluarga hingga daerah. Melalui kewirausahaan, masyarakat tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri, tetapi juga membuka peluang kerja bagi orang lain.

Seiring perkembangan zaman, memulai usaha kini dinilai semakin terbuka. Akses informasi yang luas, kemajuan teknologi, hingga kemudahan permodalan menjadi faktor pendukung tumbuhnya wirausaha baru. Namun demikian, keberhasilan usaha tetap sangat ditentukan oleh tekad, pengetahuan, serta kemandirian pelakunya.

Peran Sekda Lombok Timur dalam Mendukung Kewirausahaan

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat membuka kegiatan Kelas Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Masbagik, Minggu 21 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Paokmotong dan diikuti oleh pelaku UMKM serta generasi muda yang tertarik menekuni dunia usaha.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa saat ini memulai usaha relatif lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Selain membutuhkan tekad dan pengetahuan, akses permodalan juga semakin terbuka bagi masyarakat.

“Sekarang ini, permodalan bisa diakses dengan lebih mudah. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang disediakan oleh Bank Himbara,” ungkap Juaini Taofik.

Tantangan dan Peluang dalam Mendukung UMKM

Meski demikian, ia mengakui bahwa Pemerintah Daerah Lombok Timur belum mampu memberikan bantuan kepada seluruh UMKM yang ada. Pada tahun ini, Pemda baru dapat memfasilitasi bantuan bagi sekitar 31 ribu UMKM. Namun, menurutnya, keterbatasan bantuan bukanlah penghalang utama bagi kesuksesan usaha.

“Yang sukses itu bukan karena mendapat bantuan. Justru lebih banyak karena dia mandiri, memiliki tekad, lalu mendapatkan informasi,” tegas Sekda.

Juaini Taofik juga memuji keuletan dan semangat berusaha masyarakat Masbagik yang selama ini dikenal aktif dalam dunia perdagangan dan usaha kecil. Ia berharap melalui kegiatan kelas kewirausahaan ini, kapasitas dan wawasan pelaku UMKM semakin meningkat sehingga mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.

Momentum Spiritual dalam Kegiatan Kelas Kewirausahaan

Kegiatan ini juga dinilai memiliki nilai spiritual tersendiri karena bertepatan dengan 1 Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender Islam. Sekda berharap momentum tersebut dapat menjadi titik awal peningkatan kualitas dan kelas UMKM yang ada saat ini.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan benar-benar mampu menaikkan kelas UMKM kita,” harapnya.

Dukungan dari Berbagai Pihak untuk Mendorong Wirausaha Tangguh

Kelas kewirausahaan yang digelar Ikatan Mahasiswa Masbagik ini turut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur serta pimpinan cabang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha tangguh sebagai penggerak ekonomi daerah.

Faktor Pendukung Keberhasilan Usaha

Selain akses permodalan, beberapa faktor lain yang mendukung keberhasilan usaha antara lain:

  • Tekad dan Motivasi: Tekad kuat dan motivasi tinggi menjadi kunci utama dalam menjalani bisnis.
  • Pengetahuan dan Keterampilan: Pemahaman tentang manajemen bisnis, pemasaran, dan keuangan sangat penting untuk mengelola usaha dengan baik.
  • Akses Informasi: Informasi yang akurat dan up-to-date membantu pelaku usaha membuat keputusan yang tepat.
  • Jaringan dan Kolaborasi: Membangun jaringan dengan pelaku usaha lain dan berkolaborasi dapat meningkatkan peluang bisnis.

Kesimpulan

Kewirausahaan tidak hanya menjadi sarana untuk menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menjadi alat untuk membangun perekonomian yang lebih kuat dan mandiri. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi masyarakat, pelaku UMKM diharapkan dapat terus berkembang dan berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan