Konsumsi Ikan Jateng Masih Rendah Meski Ekspor Melimpah


aiotrade, SEMARANG - Ikan masih belum menjadi sumber protein utama bagi masyarakat Jawa Tengah. Terlihat dari rata-rata konsumsi ikan di wilayah tersebut yang pada 2024 hanya 40,41 kg/kapita/tahun, jauh di bawah rata-rata nasional yang bisa mencapai 62,5 kg/kapita/tahun.

"Faktornya, ada keyakinan bahwa makan ikan itu bisa cacingan atau kolesterolnya terlalu tinggi. Jadi perlu ada edukasi gerakan Gemar Makan Ikan di masyarakat. Bahwa ikan itu sebenarnya punya gizi yang bagus," kata Endi Faiz Effendi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (11/11/2025).

Endi menyayangkan kondisi tersebut, terlebih dengan potensi perikanan di Jawa Tengah yang begitu melimpah. Per 2024, ekspor perikanan dari Jawa Tengah mencapai lebih dari 100.000 ton dengan valuasi sekitar Rp6,3 triliun.

"Artinya luar biasa, mereka ini (sektor perikanan) 3 besar penggerak ekonomi. Tahun ini pasti akan meningkat. Semakin kita meningkatkan konsumsi, maka demand-nya akan semakin tinggi. Efeknya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Endi dalam acara Central Java Fish Market #4 yang digelar di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut bahwa kandungan protein ikan sebetulnya tidak kalah dari ayam maupun daging.

Sayangnya, masyarakat Jawa Tengah masih belum terbiasa dengan produk perikanan, kecuali mereka yang tinggal di pesisir utara maupun selatan.

"Ikan-ikan, bahkan dari Indonesia timur itu kan pendaratannya banyak di Jawa Tengah. Yang jadi PR kita adalah bagaimana kita membiasakan masyarakat ini mau mengonsumsi ikan," ujar Sumarno.

Sumarno juga berharap agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah bisa berdampak pada peningkatan konsumsi ikan per kapita di Jawa Tengah.

"Kami sangat berharap bisa berkolaborasi dengan pemerintah pusat lewat MBG ini. Untuk mencerdaskan anak-anak kita, tetapi juga memberdayakan semua potensi yang ada. Baik petani, kaitannya dengan sayur, beras, dan sebagainya. Proteinnya kami sangat berharap bisa mengambil dari nelayan," tuturnya.

Faktor Penyebab Rendahnya Konsumsi Ikan

Beberapa faktor berkontribusi pada rendahnya konsumsi ikan di Jawa Tengah. Salah satunya adalah persepsi masyarakat yang masih menganggap ikan sebagai sumber makanan yang berisiko, seperti adanya mitos bahwa ikan bisa menyebabkan cacingan atau kolesterol tinggi. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi yang lebih luas mengenai manfaat nutrisi dari ikan.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kandungan protein yang baik pada ikan juga menjadi hambatan. Meski ikan memiliki kandungan protein yang setara atau bahkan lebih baik daripada daging ayam atau sapi, masyarakat masih lebih memilih alternatif lain.

Potensi Sektor Perikanan di Jawa Tengah

Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. Data tahun 2024 menunjukkan bahwa ekspor perikanan dari provinsi ini mencapai lebih dari 100.000 ton dengan nilai sekitar Rp6,3 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa sektor perikanan tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga penggerak ekonomi yang signifikan.

Endi Faiz Effendi menjelaskan bahwa jika konsumsi ikan dapat ditingkatkan, maka permintaan akan semakin meningkat. Peningkatan permintaan ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi, karena sektor perikanan merupakan salah satu sektor utama yang mendukung perekonomian daerah.

Upaya Meningkatkan Konsumsi Ikan

Untuk meningkatkan konsumsi ikan, pemerintah daerah berencana untuk mengadakan berbagai inisiatif edukasi dan promosi. Gerakan Gemar Makan Ikan menjadi salah satu strategi utama yang diterapkan. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa ikan adalah sumber protein berkualitas yang aman dan bergizi.

Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah pusat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ikan. Program ini bertujuan untuk mencerdaskan generasi muda sekaligus memperkuat sektor pertanian dan perikanan.

Peran Nelayan dan Petani

Sumarno menyampaikan harapan bahwa program MBG dapat memberdayakan nelayan dan petani di Jawa Tengah. Dengan memprioritaskan pasokan protein dari nelayan, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Dengan demikian, upaya peningkatan konsumsi ikan di Jawa Tengah tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk membangun ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan