KPAI Bantu Siswa Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

KPAI Bantu Siswa Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

Penanganan Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi siswa yang menjadi korban ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta. Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, menyampaikan bahwa layanan konseling bagi para siswa telah dimulai sejak Senin, 10 November 2025, dan seluruh siswa, termasuk yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Pendampingan psikologis sudah dimulai sejak Senin dan diikuti semua siswa, termasuk yang dirawat inap,” ujar Margaret kepada Tempo, Selasa, 11 November 2025.

Pemantauan di Rumah Sakit dan Layanan Psikologis

Selain itu, KPAI juga melakukan peninjauan ke beberapa rumah sakit tempat korban dirawat, seperti RS Pertamina Jaya, RS Yarsi, dan RS Islam Cempaka Putih. Berdasarkan hasil kunjungan, jumlah korban yang dirawat di RS Yarsi meningkat dari 14 menjadi 17 orang.

Margaret menambahkan bahwa pendampingan psikologis tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga kepada orang tua dan guru. Saat ini, kegiatan pendampingan masih dilakukan secara daring sambil menunggu situasi sekolah kembali kondusif. “Nanti kalau sudah memungkinkan, pendampingan akan dilakukan secara langsung,” ujar Margaret.

Peristiwa Ledakan di Sekolah

Ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 12.30 WIB, saat para siswa dan guru tengah melaksanakan salat Jumat di musala sekolah yang berada di Kompleks Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ledakan itu terjadi dua kali. Ledakan pertama terjadi di dalam musala lantai tiga, disusul ledakan kedua beberapa menit kemudian dari area belakang kantin. Insiden tersebut menyebabkan 96 orang terluka, termasuk terduga pelaku.

Investigasi oleh Kepolisian

Kepolisian menduga ledakan itu dirancang oleh seorang siswa sekolah tersebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, saat ini terduga pelaku sudah berada dalam penahanan Polri. Aparat masih mendalami identitas, lingkungan, serta motif pelaku dalam merakit dan meledakkan bahan peledak di sekolah.

“Kami masih mendalami motif bagaimana yang bersangkutan merakit dan melaksanakan aksinya. Semua akan kami jelaskan setelah hasil penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut lengkap,” kata Sigit di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Proses Pemulihan dan Keamanan Sekolah

Sementara itu, proses pemulihan bagi para korban sedang berlangsung. KPAI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan psikologis hingga situasi kembali stabil. Selain itu, pihak sekolah dan pihak berwenang juga sedang memperkuat langkah-langkah keamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dalam waktu dekat, akan ada evaluasi menyeluruh terkait keamanan sekolah dan pengelolaan bahan-bahan berbahaya. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan seluruh siswa, guru, dan warga sekolah lainnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan