KPU Jabar Ajak Pemilih Belajar Melalui Wayang Golek di SMAN 1 Soreang

KPU Jabar Ajak Pemilih Belajar Melalui Wayang Golek di SMAN 1 Soreang

KPU Jabar Ajak Pemilih Belajar Melalui Wayang Golek di SMAN 1 Soreang

KPU Jawa Barat Melakukan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dengan Pendekatan Budaya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dengan Pendekatan Budaya di SMAN 1 Soreang, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Tujuan utamanya adalah untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai demokrasi di tingkat keluarga, sekolah, dan masyarakat secara luas.

Ketua KPU Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat, menjelaskan bahwa pendidikan pemilih berkelanjutan merupakan sarana dan ruang pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemilih. Pelajar SMA menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan sentuhan pendidikan pemilih karena mereka termasuk generasi Z yang akan menjadi pemilih pemula.

"Kami mendapatkan informasi bahwa kurang dari 50 pelajar di SMAN 1 Soreang saat ini telah masuk usia pemilih pada pemilihan kepala daerah 2024. Sementara itu, sisanya merupakan calon pemilih. Kami merasa penting untuk memberikan pendidikan pada calon pemilih," ujar Ahmad Nur Hidayat saat berada di SMAN 1 Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa 11 November 2025.

Ahmad juga menyampaikan hasil riset dari sejumlah lembaga penelitian mengenai partisipasi pemilih berdasarkan kelompok usia pada pemilihan kepala daerah sebelumnya. Dari hasil tersebut, tercatat tidak kurang dari 48% pemilih yang menggunakan hak pilih merupakan generasi Z dan milenial. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan pemilih pemula, terutama mengingat Indonesia akan memasuki masa bonus demografi.

Efektivitas Kegiatan yang Dilakukan

Pihak KPU Jawa Barat akan mengevaluasi efektivitas kegiatan ini. Evaluasi mencakup penerimaan siswa terhadap materi yang disampaikan serta dukungan publik terhadap kegiatan tersebut. Kegiatan di SMAN 1 Soreang ini dianggap sebagai pilot project sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

"Kami ingin memastikan bahwa kegiatan ini efektif dan diterima oleh siswa serta masyarakat. Sebelum melangkah lebih jauh, kami perlu mengevaluasi efektivitas dan penerimaan dari sisi siswa maupun publik," ucap Ahmad.

Tugas KPU di Luar Tahapan Pemilu

Selain melakukan evaluasi, KPU Jawa Barat juga menjelaskan tugas-tugasnya yang tidak hanya terbatas pada tahapan pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Sesuai dengan amanat UU Nomor 7 Tahun 2017, KPU memiliki beberapa tugas di luar tahapan pemilu, seperti pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pendidikan pemilih berkelanjutan, transformasi digital, dan reformasi birokrasi.

"Tugas KPU di luar tahapan pemilu bersifat berkesinambungan dalam rentang waktu yang panjang," kata Ahmad.

Kombinasi Budaya dan Pendidikan

Dalam kegiatan ini, selain menghadirkan narasumber yang menyampaikan materi tentang pemilu, juga disajikan pertunjukan wayang golek. Dalam pertunjukan tersebut, disisipkan pesan-pesan nilai-nilai demokrasi, salah satunya adalah menolak politik uang.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya meningkatkan kesadaran pemilih sejak dini. Dengan pendekatan budaya, diharapkan pesan-pesan demokrasi dapat lebih mudah diterima oleh generasi muda.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan