Kritik Biden, Trump Janjikan Ekonomi Melesat Tahun Depan

WASHINGTON, aiotrade
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyalahkan mantan presiden, Joe Biden, atas situasi perekonomian negara. Ia berjanji akan membawa perbaikan ekonomi bagi rakyat AS. Trump mengklaim bahwa harga bensin dan bahan makanan yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat kini sedang turun secara cepat. Politisi Partai Republik ini juga menyatakan bahwa AS siap menghadapi ledakan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2026.

"Selamat malam Amerika. Sebelas bulan lalu saya mewarisi kekacauan dan saya sedang memperbaikinya," ujar Trump dalam pidato akhir tahun di Gedung Putih, Rabu (17/12/2025), seperti dikutip dari AFP.

Sindiran terhadap lawan politik

Meskipun Gedung Putih menyebut pidato tersebut sebagai kesempatan bagi Trump untuk memaparkan agenda ekonominya, sebagian besar isi pidatonya justru berupa serangan terhadap lawan-lawannya. Dia sering kali mengecam Biden, Partai Demokrat, dan para migran yang dianggapnya mencuri pekerjaan warga AS.

Partai Demokrat merespons pidato tersebut dengan mengkritik. Senator Chuck Schumer menyatakan bahwa pidato Trump menunjukkan bahwa ia hidup dalam gelembung yang sama sekali terputus dari kenyataan yang dilihat dan dirasakan oleh warga AS sehari-hari.

"Faktanya adalah harga-harga naik, pengangguran meningkat, dan belum ada tanda-tanda akan berakhir," ujarnya.

Kekhawatiran akan kebijakan Trump

Namun, jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan realitas yang berbeda dengan klaim Trump. Jajak pendapat YouGov yang diterbitkan pada Selasa (16/12/2025) menunjukkan bahwa 52 persen warga AS berpikir ekonomi semakin memburuk di bawah pemerintahan Trump. Trump juga mendapatkan peringkat persetujuan terburuknya sepanjang masa terkait penanganan ekonomi dalam jajak pendapat PBS News/NPR/Marist yang diterbitkan pada hari Rabu.

Dalam jajak pendapat itu, 57 persen warga AS tidak setuju dan menyatakan kekhawatiran tentang kenaikan biaya hidup. Menurut para ahli, kondisi ini sebagian dipicu oleh tarif yang telah ia kenakan pada mitra dagang di seluruh dunia. Ia juga menghadapi kritik dari gerakan Make America Great Again (MAGA) miliknya karena fokusnya pada kesepakatan perdamaian di Ukraina dan Gaza serta ketegangan dengan Venezuela, alih-alih masalah domestik.

Karena itu, Trump kini meningkatkan perjalanan domestiknya untuk menyampaikan pesan ekonomi. Pernyataan-pernyataannya terus berfokus pada janji-janji yang ingin ia capai, meskipun banyak orang mulai meragukan kemampuan dirinya dalam memimpin negara.

Tantangan ekonomi yang dihadapi

Tantangan ekonomi yang dihadapi AS saat ini tidak hanya terbatas pada inflasi dan biaya hidup yang tinggi, tetapi juga pada ketidakstabilan global yang memengaruhi pasar. Dengan adanya konflik di berbagai belahan dunia, stabilitas ekonomi AS menjadi semakin sulit dipertahankan. Trump berusaha meyakinkan rakyat bahwa ia mampu mengatasi semua tantangan ini, tetapi banyak pihak masih ragu dengan kemampuan dan strategi yang ia gunakan.

Di tengah situasi ini, Trump terus bergerak untuk menjaga dukungan dari partainya dan masyarakat luas. Ia memanfaatkan berbagai kesempatan untuk menyampaikan visinya, termasuk melalui pidato-pidato yang disampaikan di berbagai daerah. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi tetap besar, dan hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa banyak orang masih tidak percaya dengan janji-janji yang ia sampaikan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan