Laba UNTR Turun 24% ke Rp14,81 Triliun, Tekanan dari Segmen Kontraktor

Laba Bersih UNTR Menurun pada Tahun 2025

PT United Tractors Tbk (UNTR), yang merupakan bagian dari Grup Astra, mencatatkan laba bersih sebesar Rp 14,81 triliun selama tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 24,16% dibandingkan dengan laba bersih pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 19,53 triliun.

Penurunan laba ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan kontribusi dari segmen kontraktor penambangan akibat curah hujan tinggi. Selain itu, kinerja segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi juga mengalami penurunan karena harga jual batu bara yang lebih rendah. Namun, penurunan ini sebagian tertahan oleh kenaikan harga emas.

Pendapatan Bersih Perseroan Turun

Berdasarkan laporan kinerja hingga 31 Desember 2025, pendapatan bersih perseroan turun sebesar 2,32% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 134,42 triliun menjadi Rp 131,30 triliun. Pendapatan ini berasal dari berbagai segmen bisnis:

  • Segmen kontraktor penambangan tercatat sebesar Rp 54,1 triliun, turun 7%.
  • Segmen mesin konstruksi melorot 2% menjadi Rp 36,6 triliun.
  • Segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi berkurang 7% menjadi Rp 24,2 triliun.
  • Sementara itu, segmen pertambangan emas dan mineral lainnya mencatatkan pertumbuhan sebesar 41% menjadi Rp 14 triliun.

"Kenaikan pendapatan bersih dari bisnis emas dan mineral lainnya sebesar 41% menjadi Rp 14 triliun terutama disebabkan oleh penguatan harga jual emas," tulis manajemen UNTR dalam keterangan resmi.

Kinerja Operasional Anak Perusahaan

Dari sisi operasional, anak usaha di bisnis tambang emas, yaitu PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR), mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 227 ribu ons, turun 2% dibandingkan tahun sebelumnya. PTAR membukukan penjualan setara emas sebesar 213 ribu ons atau turun 7%, sedangkan SJR mencatatkan 14 ribu ons.

Pertumbuhan Penjualan Alat Berat

Pada segmen mesin konstruksi, penjualan alat berat Komatsu meningkat 2% menjadi 4.515 unit. Peningkatan ini didorong oleh permintaan dari sektor kehutanan dan perkebunan. Dari total penjualan tersebut, sekitar 60% diserap oleh sektor pertambangan, 14% perkebunan, 15% konstruksi, dan 11% kehutanan. Berdasarkan riset internal, pangsa pasar Komatsu mencapai 20%.

Penjualan produk Scania meningkat 7% menjadi 466 unit, sedangkan UD Trucks turun 34% menjadi 155 unit. Pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun 3% menjadi Rp 11,3 triliun.

Akuisisi Anak Perusahaan

Selain itu, melalui anak usaha, UNTR telah menyelesaikan akuisisi 99,99% saham PT J Resources Nusantara (JRN), yang merupakan anak usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) pada Februari 2026. JRN adalah pemegang saham perusahaan tambang emas PT Arafura Surya Alam yang berlokasi di Sulawesi Utara.

"Pada bulan Februari 2026, Grup menyelesaikan 100% akuisisi PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas yang berlokasi di Sulawesi Utara," tulisnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan