
Tantangan Ekonomi dan Peran Sektor Swasta
Ekonom Universitas Paramadina Jakarta, Wijayanto Samirin, memberikan pandangan terkait rencana pemerintah yang ingin memperkuat sektor swasta sebagai mesin pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026. Ia menilai langkah tersebut merupakan langkah yang tepat, namun masih jauh dari cukup untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Wijayanto merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebutkan bahwa pemerintah akan menggerakkan sektor swasta melalui penyediaan likuiditas ke sistem perbankan serta pembentukan satuan tugas (satgas) aduan pengusaha. Menurutnya, dua upaya tersebut memang positif, tetapi belum cukup kuat mengingat kondisi perekonomian yang dinilai sangat menantang.
Ia menilai, pembenahan iklim usaha membutuhkan kolaborasi beberapa kementerian koordinator (menko) secara langsung, karena persoalan yang dihadapi pelaku usaha bersifat struktural dan lintas sektor.
Prioritas Pemberantasan Ekonomi Bawah Tanah
Wijayanto juga menekankan pentingnya prioritas pemberantasan ekonomi bawah tanah (underground economy) serta penegakan tata kelola perpajakan dan cukai yang baik. Menurutnya, perbaikan di area tersebut menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
"Satu hal yang perlu diprioritaskan, adalah pemberantasan ekonomi underground dan penegakan governance pajak/cukai," ujarnya kepada aiotrade, Jumat (2/1/2026).
Kebijakan Fiskal dalam APBN 2026
Di sisi lain, Wijayanto menyoroti arah kebijakan fiskal dalam APBN 2026. Ia menilai belanja modal yang berkaitan langsung dengan sektor swasta justru mengalami penyusutan, sementara alokasi anggaran membengkak pada program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
“APBN 2026 mempunyai kekuatan yang sangat terbatas, baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi maupun dalam konteks belanja modal yang minim dan transfer ke daerah yang kecil,” ujarnya.
Ia memperkirakan, kondisi tersebut akan berdampak pada melemahnya peran pemerintah daerah sebagai motor pertumbuhan ekonomi ke depan.
Kunci Utama Peran Sektor Swasta
Terkait peran sektor swasta, Wijayanto menegaskan bahwa kunci utama terletak pada kemampuan pemerintah memperbaiki iklim investasi dan kemudahan berusaha. Ia menilai kepastian hukum, deregulasi, serta debirokratisasi menjadi faktor penentu keberhasilan.
Namun, Wijayanto melihat kondisi saat ini masih jauh dari ideal. Bahkan, dunia usaha tidak hanya menghadapi ketidakpastian iklim berusaha, tetapi telah masuk ke fase yang lebih mengkhawatirkan.
“Pelaku usaha bukan lagi sekadar menghadapi ketidakpastian, tetapi sudah mengalami situasi ‘ketakutan berusaha’ akibat tren penarikan pajak yang terlalu agresif dan kriminalisasi terhadap keputusan bisnis,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar