Liga Top Skor Berjalan Sukses, Gubernur Papua Beri Apresiasi

Kompetisi Sepak Bola Usia Dini di Papua Tahun 2025

Kompetisi sepak bola usia dini, Liga Top Skor Indonesia Wilayah Papua Tahun 2025, telah resmi berakhir. Kompetisi ini menghadirkan pertandingan antara tim-tim dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Papua, yang terdiri dari dua kategori usia, yaitu U-10 dan U-12 tahun.

Pertandingan penutupan dilaksanakan di Stadion Mandala, Dok V Bawah, Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Selasa 16 Desember 2025. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Provinsi Papua, Komjen Pol. (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K.,S.H.,M.H., yang dalam sambutannya dibacakan oleh Plt. Kadispora Provinsi Papua, Laorens Wantik, M.Pd,Si.

Hasil Kompetisi

Dalam kategori U-10 Tahun, SSB Nafri berhasil menjadi juara pertama, diikuti oleh SSB Hidayatullah sebagai juara kedua, dan SSB Cenderawasih sebagai juara ketiga. Sementara itu, untuk kategori U-12 Tahun, SSB Nafri kembali menjadi yang terbaik dengan meraih gelar juara pertama, disusul oleh SSB Papua United A sebagai juara kedua, dan SSB Real Gunmer sebagai juara ketiga.

Gubernur Papua menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Top Skor Papua, penyelenggara kompetisi, atas kerja keras dan komitmen mereka dalam menyelenggarakan liga sepak bola usia dini yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa Liga Top Skor Papua Tahun 2025 telah dibuka pada tanggal 24 Oktober 2025 di Lapangan Sepak Bola Kampung Nafri, dan hari ini ditutup secara resmi dengan penuh kebanggaan atas proses panjang yang telah dilalui bersama.

Tujuan dan Manfaat Liga Top Skor

Liga Top Skor Papua Tahun 2025 diikuti oleh sekitar 19 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Papua. Format liga yang terencana dan berkelanjutan menjadikannya sebagai bagian penting dari mata rantai pembinaan sepak bola nasional. Menurut Gubernur, Tanah Papua memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta-talenta muda yang luar biasa.

Tujuan utama dari penyelenggaraan liga ini adalah sebagai wadah pelatihan sepak bola bagi generasi muda Papua, dengan fokus utama pada pembinaan usia dini. Melalui kegiatan positif seperti ini, anak-anak diarahkan untuk tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan produktif, serta dijauhkan dari pengaruh buruk sosial seperti miras, narkoba, dan pergaulan bebas.

Selain itu, liga ini juga memberikan ruang pembinaan bagi pelatih-pelatih muda agar dapat meningkatkan kompetensi dan jam terbangnya, serta mendorong pengembangan wasit-wasit muda di Tanah Papua. Gubernur menegaskan bahwa pembinaan sepak bola tidak hanya berfokus pada pemain, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.

Visi Pemerintah Provinsi Papua

Penyelenggaraan Liga Top Skor Papua sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni “Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis”, serta mendukung Misi Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Olahraga, kata Gubernur, merupakan sarana strategis dalam membentuk generasi yang sehat jasmani dan rohani, cerdas dalam berpikir dan bersikap, serta produktif dalam membangun masa depan Papua dan Indonesia.

Ia mengucapkan selamat kepada semua tim yang meraih prestasi dan mengajak seluruh peserta untuk terus berlatih, menjunjung tinggi sportivitas, serta tidak pernah berhenti bermimpi.

Peran Yayasan Top Skor Papua

Ketua Yayasan Top Skor Papua, Guntur Tjoe, menjelaskan bahwa tujuan dari kompetisi ini adalah untuk mencegah pengaruh sosial buruk terhadap anak-anak melalui olahraga. Selain itu, liga bertujuan untuk mencetak bibit-bibit unggul pemain sepak bola profesional dari Papua.

Guntur Lukas Tjoe, sosok kunci di balik Liga Top Skor Indonesia (U-10, U-12, U-15, U-16) Wilayah Papua, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua LMA Port Numbay George Awie yang memberikan bantuan peralatan sepak bola kepada seluruh SSB peserta kompetisi.

Ia berharap semangat baik ini dapat diikuti oleh pihak-pihak lain untuk menjadikan Papua sebagai Provinsi olahraga. Tim juara Liga Top Skor Papua akan mewakili Papua bertanding pada Liga Top Skor Nasional mendatang di Jakarta.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan