
Longsoran di Sekitar Waduk Samboja Mengganggu Akses Jalan Utama
Longsoran yang terjadi di sekitar Waduk Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menyebabkan akses utama menuju lokasi tersebut terputus total. Peristiwa ini terjadi setelah tanah longsor sepanjang sekitar 50 meter, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Akibat dari kejadian tersebut, arus lalu lintas dialihkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Meskipun begitu, Pemerintah Kelurahan Sungai Seluang menegaskan bahwa aktivitas ekonomi warga tidak terganggu karena masih tersedia jalur alternatif yang dapat digunakan dengan aman.
Jalur Alternatif Dijadikan Solusi Sementara
Plt Lurah Sungai Seluang, Rahman Rusmana, menjelaskan bahwa pengalihan akses dilakukan sebagai langkah antisipatif mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan yang tinggi. Warga yang ingin menuju Waduk Samboja diarahkan melalui jalur alternatif yang dinilai lebih aman.
“Untuk sementara, warga yang hendak menuju Waduk Samboja kami arahkan menggunakan jalur alternatif melalui Kelurahan Wonotirto. Jalur tersebut masih aman dilalui,” ujarnya.
Jalur alternatif tersebut dapat ditempuh melalui wilayah Wonotirto menuju Desa Karya Jaya, kemudian melewati simpang Waduk Kampung yang langsung terhubung ke Waduk Samboja. Kondisi jalan pada jalur pengganti itu berupa aspal dan semenisasi, sehingga masih layak dilalui kendaraan.
Status Lahan di Sekitar Lokasi Longsor
Rahman juga menjelaskan bahwa kondisi lahan di sekitar lokasi longsor memiliki status yang berbeda. Sisi kanan jalan arah Waduk Samboja merupakan kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) Bukit Soeharto, sedangkan sisi kiri merupakan lahan milik warga dan bukan kawasan Tahura.
Ia menegaskan bahwa longsoran yang terjadi tidak menimbulkan dampak langsung terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi warga setempat. Selain masih adanya jalur alternatif, lokasi longsor juga tidak berada di kawasan permukiman.
“Tidak ada rumah yang terdampak, hanya kebun. Aktivitas masyarakat tetap berjalan karena akses alternatif masih tersedia,” jelasnya.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Pemerintah kelurahan telah menyampaikan laporan awal kepada pihak kecamatan dan DLHK Kabupaten. Meski begitu, penanganan teknis sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Rahman menyebut bahwa Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi telah meninjau langsung lokasi longsor dan merencanakan penanganan dalam waktu dekat.
“Respons dari provinsi sangat baik. Kami di kelurahan hanya membantu mengumpulkan masyarakat dan pemilik lahan agar proses penanganan berjalan lancar,” jelasnya.
Imbauan untuk Tetap Waspada
Di akhir pernyataannya, Rahman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintasi kawasan perbukitan di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
“Kami mengimbau warga untuk berhati-hati, khususnya saat melintas di daerah perbukitan,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar