Makanan Mempengaruhi Bau Badan Kita

Pengaruh Pola Makan terhadap Aroma Tubuh

Setiap orang memiliki aroma tubuh yang khas, seperti sidik jari. Bau alami ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gen, hormon, kesehatan, dan kebersihan diri. Namun, di antara semua faktor tersebut, pola makan ternyata memainkan peran besar yang sering kali diabaikan.

Makanan yang kita konsumsi bisa mengubah aroma tubuh secara signifikan, baik menjadi lebih sedap maupun sebaliknya. Berikut adalah beberapa cara makanan memengaruhi bau badan:

Bau Napas dan Keringat

Menurut Lina Begdache, asisten profesor studi kesehatan dan kebugaran di Universitas Negeri New York, pada tingkat biologis makanan memengaruhi bau badan kita melalui dua jalur utama: usus dan kulit.

  1. Usus
    Saat kita mencerna makanan, bakteri bekerja memetabolismenya di dalam usus. Beberapa interaksi antara zat kimia makanan dan bakteri melepaskan gas, molekul volatil yang keluar dari tubuh dengan cara yang sama seperti makanan masuk. Hal ini dapat menyebabkan bau mulut, atau halitosis, terutama tergantung pada apa yang dimakan.

  2. Kulit
    Komponen kimia dari makanan setelah dimetabolisme juga mengalir melalui aliran darah dan banyak jaringan tubuh. Sebagian akhirnya dikeluarkan melalui keringat lewat kulit, tempat mereka berinteraksi dengan bakteri kulit dan menciptakan bau di sana juga.

Makanan yang berbeda memiliki beragam senyawa kimia yang berperan pada tahap yang berbeda, menghasilkan tingkat bau yang berbeda-beda. Namun, makanan yang memberikan bau badan menyengat hampir selalu memiliki satu penyebab yang sama: sulfur.

Buah dan Sayur

Brokoli, kubis, kubis brussel, dan kembang kol termasuk sayuran yang kaya senyawa sulfur, yang seringkali mengingatkan pada bau telur busuk. Ketika senyawa ini masuk ke aliran darah dan berinteraksi dengan bakteri kulit, keringat Anda dapat berubah menjadi cairan yang sangat menyengat.

Makanan dari keluarga allium, seperti bawang putih dan bawang bombai, juga dapat memengaruhi bau keringat dan napas kita karena alasan yang sama seperti sayuran cruciferous. Saat dicerna oleh tubuh, makanan ini dipecah menjadi senyawa beraroma tajam seperti diallyl disulfide dan allyl methyl sulfide, yang dilepaskan tubuh dalam waktu berbeda.

Namun, yang mengejutkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa meski bawang putih jelas membuat napas berbau, justru keringat ketiak orang yang mengonsumsinya dianggap lebih menarik. Dalam sebuah studi, para ilmuwan meminta 42 pria mengenakan bantalan ketiak untuk mengumpulkan keringat mereka selama 12 jam. Hasilnya, para pria yang makan banyak bawang putih dinilai lebih menarik dan seksi.

Secara umum, mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur dapat menghasilkan aroma yang lebih menarik. Sebuah studi tahun 2017 di Australia menemukan bahwa pria yang mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur secara signifikan dikaitkan dengan aroma yang lebih baik – lebih beraroma buah, bunga, dan manis.

Makan Ikan atau Daging

Daging dan ikan juga dapat menghasilkan bau badan yang khas karena protein hewani dipecah oleh tubuh menjadi asam amino dan lemak, yang kemudian dikeluarkan melalui keringat di mana mereka berinteraksi dengan bakteri kulit.

Ikan dan kacang-kacangan, misalnya, dapat menyebabkan bau badan karena mengandung trimetilamina, senyawa yang sangat kuat baunya. Bahkan ada kondisi kesehatan yang disebut trimetilaminuria – juga dikenal sebagai "sindrom bau ikan" – yang terjadi ketika tubuh tidak dapat mengubah trimetilamina menjadi senyawa yang tidak berbau.

Pria yang makan daging lebih sedikit dianggap lebih menarik. Para ilmuwan meneliti 30 pria yang menjalani pola makan dengan dan tanpa daging selama dua minggu. Hasilnya, pria yang tidak makan daging dinilai memiliki bau tubuh lebih menarik, lebih menyenangkan, dan tidak terlalu menyengat.

Alkohol dan Kopi

Alkohol, terutama yang dikonsumsi dalam jumlah besar dan rutin, dapat menyebabkan bau tak sedap baik dari saluran pencernaan maupun kelenjar keringat. Ketika tubuh memproses alkohol dengan memecahnya di dalam hati, tubuh melepaskan senyawa yang disebut asetaldehida, senyawa beracun dan mudah menguap, yang memiliki aroma kuat dan khas seperti minuman keras basi.

Sementara itu, kafein yang terkandung dalam kopi dan teh, dapat merangsang kelenjar apokrin, yang bertanggung jawab memproduksi keringat di area seperti ketiak dan selangkangan. Peningkatan produksi keringat ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi bakteri untuk berkembang biak, yang berpotensi menyebabkan bau badan yang lebih kuat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan