Makanan Mengurangi 3 Tanda Penuaan Akibat Stres

Dampak Stres Kronis terhadap Kesehatan Tubuh

Stres kronis yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gejala yang muncul bisa berupa sakit kepala, kelelahan, masalah pencernaan, hingga gangguan tidur. Selain itu, stres juga dapat mempercepat proses penuaan, yang ditandai dengan munculnya kerutan dan kondisi yang disebut brain fog.

Tunc Tiryaki, pendiri London Regenerative Institute, menjelaskan bahwa stres kronis memicu respons biologis dalam tubuh. Proses ini dimulai dari pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Jika diproduksi secara berlebihan dalam jangka waktu lama, hormon-hormon ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada DNA serta sel.

Selain itu, stres oksidatif juga menjadi salah satu faktor utama. Stres oksidatif terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara produksi spesies oksigen reaktif (ROS) dan kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh ROS. "Stres oksidatif dapat merusak sel, protein, dan DNA, yang menyebabkan penuaan dini," menurut penjelasan dari Healthline.

Stres juga memengaruhi telomer, yaitu lapisan pelindung di ujung kromosom. Telomer memendek setiap kali sel membelah dan dianggap sebagai indikator penuaan biologis.

Makanan untuk Meredakan Stres

Ahli gizi terdaftar Nicolette Pace merekomendasikan beberapa makanan sehari-hari yang dapat membantu melawan tiga tanda stres, yaitu kerutan, kembung, dan brain fog.

1. Mengurangi Kerutan

Untuk mengurangi kerutan, Pace menyarankan untuk mengurangi konsumsi gula. Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan penuaan kulit karena molekul gula mengikat protein seperti kolagen dan elastin. Proses ini disebut glikasi, yang menghasilkan senyawa berbahaya yang mengeraskan dan merusak protein kulit vital. Hal ini menyebabkan hilangnya elastisitas, pembentukan kerutan, dan tanda-tanda penuaan dini lainnya.

Selain itu, Pace menyarankan untuk menggabungkan protein lengkap dari sumber seperti daging sapi, telur, dan ayam dengan makanan kaya vitamin C. Protein dapat menciptakan dan memperkuat kolagen, memberikan struktur dan kekuatan pada kulit, tulang, tendon, dan ligamen.

2. Mengurangi Kembung

Kembung adalah tanda stres lain yang dapat dipicu oleh penyakit refluks gastroesofageal (GERD), intoleransi makanan, dan obat-obatan tertentu. Menurut Pace, makanan dengan sifat enzimatik, diuretik, atau pelunak eliminasi dapat meredakan kembung dan meningkatkan keteraturan pencernaan.

Beberapa bahan makanan yang direkomendasikan antara lain jahe, yang mengandung zingibain; pepaya, yang mengandung papain; dan nanas, yang mengandung bromelain, campuran enzim proteolitik. Enzim-enzim ini membantu memecah protein menjadi komponen yang lebih kecil seperti asam amino dan peptida, sehingga membantu pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan mengurangi kembung.

Selain itu, Pace juga menyarankan untuk mengonsumsi seledri, yang memiliki sifat diuretik alami sekaligus menghidrasi jaringan pencernaan, melembutkan gerakan, dan mengurangi kembung.

3. Mengatasi Brain Fog

Brain fog adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala yang memengaruhi kejernihan kognitif, seperti kesulitan fokus, masalah memori, dan perasaan lesu secara mental. Pace menyarankan makanan yang mengandung lutein untuk meningkatkan daya ingat dan fokus.

Lutein, antioksidan dalam keluarga karotenoid, mencapai mata dan melewati sawar darah-otak untuk terakumulasi di jaringan otak. "Makanan yang kaya lutein adalah bayam, banyak sayuran berdaun hijau tua, serta karotenoid berwarna oranye/kuning seperti wortel, tomat, melon, dan ubi jalar," ujar Pace.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan