Mandiri Sekuritas: Antrean IPO Tahun Ini Ramai, Tak Terpengaruh MSCI

Persaingan Tinggi di Pasar Modal Indonesia

PT Mandiri Sekuritas mencatat bahwa jumlah calon emiten yang berada dalam pipeline pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan optimisme dari para pelaku pasar meskipun kondisi pasar saham sedang bergejolak pasca pengumuman dari MSCI Inc.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menjelaskan bahwa keadaan pasar yang tidak stabil tidak membuat calon emiten mundur dari rencana IPO mereka. Justru, perusahaan justru melihat peningkatan jumlah calon emiten yang siap untuk melantai di pasar modal.

“Tidak ada satupun dari calon emiten yang memutuskan untuk menunda IPO,” ujar Oki dalam acara Buka Puasa Bersama Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (25/2).

Oki menilai prospek pasar modal Indonesia masih positif ke depan. Optimisme tersebut didorong oleh agenda reformasi pasar modal yang tengah dijalankan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui delapan rencana aksi percepatan.

Kebijakan Peningkatan Likuiditas Pasar

Salah satu kebijakan yang dianggap penting adalah peningkatan porsi saham publik atau free float menjadi minimal 15%. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar. Dengan porsi saham beredar yang lebih besar, peluang masuknya investor ke suatu saham juga semakin terbuka.

Desember tahun lalu, Mandiri Sekuritas mengungkap rencana membawa perusahaan berkapitalisasi jumbo atau super lighthouse company untuk melantai di BEI pada 2026. Oki menyebut nilai IPO yang disiapkan bahkan berada di atas kriteria perusahaan mercusuar.

Lighthouse company biasanya memiliki kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun dengan porsi saham publik sekurang-kurangnya 15%. Adapun calon emiten yang tengah disiapkan Mandiri Sekuritas diperkirakan melampaui batas tersebut.

Perusahaan dari Berbagai Sektor Siap Melantai

Oki mengatakan, terdapat sekitar empat hingga lima perusahaan dari berbagai sektor yang sedang dijajaki untuk IPO. Beberapa di antaranya berasal dari sektor sumber daya alam dan ditargetkan mulai masuk pasar pada awal tahun ini.

Meskipun demikian, hingga menjelang habisnya Februari 2026, belum ada pengumuman dari BEI tentang emiten yang sudah siap melantai di bursa. Namun, tampaknya proses persiapan telah berjalan cukup matang dan diharapkan akan segera terwujud dalam waktu dekat.

Tantangan dan Peluang di Pasar Modal

Pasar modal Indonesia terus menghadapi tantangan, tetapi juga menawarkan banyak peluang. Dengan adanya reformasi dan kebijakan yang progresif, harapan untuk pertumbuhan pasar modal semakin kuat. Para pelaku pasar, termasuk perusahaan-perusahaan besar, terus berkomitmen untuk memperkuat posisi mereka di pasar modal nasional.

Dengan adanya perusahaan-perusahaan baru yang siap melantai, pasar modal Indonesia diharapkan bisa menjadi lebih dinamis dan kompetitif. Selain itu, dukungan dari lembaga regulasi seperti BEI dan OJK juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan pasar.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, situasi pasar modal Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif. Meskipun ada ketidakpastian akibat fluktuasi pasar, calon emiten tetap percaya diri untuk melanjutkan rencana IPO mereka. Dengan adanya kebijakan yang mendukung likuiditas dan pertumbuhan pasar, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat investasi yang menarik bagi investor lokal maupun internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan