Ma'ruf Amin: Ekonomi Syariah Bisa Capai 75 Persen Pasar

Proyeksi Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Nasional

Wakil Presiden Ke-13 Republik Indonesia Ma'ruf Amin, yang juga menjabat sebagai Ketua Penasihat Center for Sharia Economic Development Institute for Development of Economics and Finance (CSED Indef), memproyeksikan bahwa pangsa pasar industri ekonomi syariah nasional dapat mencapai 75 persen. Ia menyatakan bahwa saat ini, sektor keuangan syariah telah mencapai sekitar 30 persen, sementara secara keseluruhan ekonomi syariah hanya berada di kisaran 40 persen. Menurutnya, target ideal adalah di atas 50 persen, dan ia optimis bahwa industri ekonomi syariah harus mampu mencapai 75 persen pangsa pasar.

"Kita masih di sekitar, kalau keuangan (syariah) itu 30 persen, kalau ekonomi syariah secara keseluruhan itu baru 40 persen. Idealnya di atas 50 persen. Kira-kira (industri ekonomi syariah) harus kita capai 75 persen market share-nya, pangsa pasarnya," ujarnya dalam acara di Jakarta, Selasa (24/2).

Meskipun pangsa pasar masih di bawah 50 persen, Ma'ruf Amin menilai kemajuan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia saat ini sudah signifikan. Ia menyoroti beberapa pencapaian yang terlihat, antara lain konsistensi Indonesia dalam masuk jajaran teratas Global Islamic Economy Indicator (GIEI) selama beberapa tahun terakhir. Dalam GIEI 2025, Indonesia menduduki peringkat ketiga.

Nilai aset keuangan syariah nasional juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sektor industri halal secara keseluruhan pun berkembang pesat, termasuk industri makanan halal, industri fesyen Muslim, hingga pariwisata halal. Selain itu, sistem pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia kini semakin baik dan terorganisir, sehingga berpotensi besar sebagai instrumen redistribusi ekonomi masyarakat untuk mengurangi ketimpangan.

Namun, pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional dinilai tetap perlu didorong secara optimal agar ke depannya mampu menjadi pilar utama perekonomian negeri. "Yang kita butuhkan sekarang adalah keberanian. Keberanian berpikir, keteguhan memegang prinsip, dan konsistensi dalam perjuangan (mengembangkan ekosistem ekonomi syariah nasional)," ucap Ma’ruf Amin.

Potensi Besar Ekonomi Syariah Nasional

Senada dengan pandangan Ma'ruf Amin, Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menilai bahwa perkembangan ekosistem ekonomi syariah nasional memiliki potensi dan prospek yang besar. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki modal utama berupa jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia serta kelas menengah yang terus tumbuh dan berkembang.

Jika potensi pasar domestik tersebut mampu dioptimalkan dengan baik, ia optimis hal tersebut dapat membawa dampak positif bagi ekosistem syariah global. "Data menunjukkan per akhir Desember 2024, aset keuangan ekonomi syariah (secara keseluruhan) sekitar Rp9.927 triliun. Namun demikian, kita masih melihat bahwa Indonesia masih punya potensi yang sangat besar menjadi pusat ekonomi syariah di dunia," kata Esther Sri Astuti.

Dengan kondisi ini, ekonomi syariah tidak hanya menjadi bagian dari perekonomian Indonesia, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi global. Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, Indonesia dapat menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu sektor unggulan yang memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional dan internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan