
Perusahaan Energi Bersih Masdar Berkomitmen Tingkatkan Investasi di Indonesia
Perusahaan energi bersih asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar, menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan investasinya di sektor energi terbarukan di Indonesia. Komitmen ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno dengan eksekutif Masdar di Abu Dhabi, Sabtu (27/12). Pertemuan tersebut berlangsung di kantor pusat Masdar dan dihadiri oleh Eddy beserta Judha Nugraha, Duta Besar Indonesia untuk UEA. Sementara itu, pihak Masdar diwakili oleh Chief Operating Officer Mardar Abdulaziz Alobaidli dan Head of Development and Investment Masdar Fatimah Al Suwaidy.
Eddy menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus mengakselerasi transisi menuju energi terbarukan sebagai bagian dari komitmen untuk mencapai kedaulatan energi sambil tetap menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Ia juga memberikan sinyal dukungan dari sisi legislatif dan kebijakan jika perusahaan energi tersebut berniat meningkatkan investasinya di Indonesia.
Kolaborasi dengan PLN dan Fokus pada Proyek Energi Terbarukan
Masdar telah melakukan kolaborasi dengan PLN dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Jatigede. Selain itu, perusahaan ini juga kuasa 15% saham PGE dan telah membantu Pertamina dalam ekspansi panas bumi ke Afrika. Menko Airlangga menyatakan bahwa perusahaan energi UEA Masdar ingin membangun PLTS di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di MPR, Eddy menjelaskan perannya sebagai titik temu dan penggerak kebijakan bagi para pemangku kepentingan, memastikan bahwa regulasi dan implementasi kebijakan energi terbarukan dapat berjalan secara efektif, cepat, dan ramah investasi.
Harapan Masdar terhadap Regulasi Indonesia
Selama pertemuan tersebut, Alobaidli menegaskan kembali komitmen Masdar untuk memperdalam investasi energi terbarukan di Indonesia. Masdar merupakan investor PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat, salah satu proyek tenaga surya terbesar di Asia Tenggara.
"Kami berkomitmen untuk memperluas cakupan investasi energi terbarukan kami di Indonesia, terutama karena kami menyadari Presiden Prabowo berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan Indonesia menjadi 100 gigawatt," ujar Alobaidli.
Masdar berharap kerangka regulasi Indonesia untuk pengembangan energi terbarukan akan terus menjadi lebih kondusif dan terbuka bagi investasi asing. "Kami berharap dapat berkolaborasi dengan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno untuk memastikan peningkatan pangsa energi terbarukan di Indonesia dan mempercepat transisi energi negara ini," tambahnya.
Perhatian terhadap RUU Energi Baru dan Terbarukan
Eddy mencatat saat ini DPR sedang memprioritaskan beberapa rancangan undang-undang (RUU) penting, termasuk RUU Energi Baru dan Terbarukan, RUU Kelistrikan, dan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim. "RUU Pengelolaan Perubahan Iklim adalah sesuatu yang sangat kami dukung untuk segera disahkan, mengingat dampak perubahan iklim sudah terlihat jelas," kata Eddy.
Undang-undang tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat transisi Indonesia menuju energi bersih. Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan dari lembaga legislatif, diharapkan Indonesia dapat mencapai target energi terbarukan yang lebih besar dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar