Maskapai BUMN Diselesaikan Tuntas 2026


Pembentukan induk perusahaan atau holding yang mengelola maskapai BUMN di Indonesia akan selesai pada semester I 2026. Proses ini mencakup tiga perusahaan, yaitu PT Garuda Indonesia Tbk, anak perusahaannya PT Citilink Indonesia, serta PT Pelita Air Service yang merupakan lini bisnis dari PT Pertamina (Persero).

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa pembentukan holding ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi dan optimalisasi sistem pemesanan. Dengan penggabungan ini, ketiga perusahaan akan memiliki satu sistem pemesanan (booking), satu titik layanan Garuda (Garuda point), sistem pengumpulan poin (mileage), pendaftaran, hingga penjadwalan kursi (seat) yang bisa saling ditukar.

“Dengan holding, semua sistem pemesanan akan terintegrasi. Ini pasti lebih efisien karena sistem pemesanan akan dikelola secara bersama,” ujarnya.

Selain itu, penggabungan juga akan memperluas jumlah pesawat yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. Dengan adanya kerja sama ini, masalah keterbatasan armada dapat teratasi, terutama jika ketiga maskapai memiliki rute penerbangan yang sama.

“Jika ketiganya bergabung, jumlah pesawat akan meningkat. Misalnya, rute Surabaya yang populer. Citilink, Pelita, dan Garuda semuanya ada di sana. Kenapa tidak satu penerbangan?” tambah Rohan.

Dari segi pendapatan, Danantara berharap proses penggabungan ini dapat menjadi tambahan pendapatan bagi maskapai, khususnya Garuda Indonesia yang saat ini masih berjuang untuk meraih keuntungan.

“Harapan kami adalah dalam semester I 2026, ini bisa memberikan pendapatan tambahan tanpa perlu menambah pesawat,” katanya.

Namun, Rohan belum bisa menjelaskan secara detail skema holding yang akan dibentuk dan kerja sama operasional antar ketiga maskapai. “Bagaimana bentuknya, apakah merger atau kemitraan, itu harus segera diputuskan. Karena ini bukan sekadar gabung atau beraliansi, tapi juga soal pembukuan dan penggabungan yang tidak mudah,” ujarnya.

Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menargetkan proses konsolidasi penggabungan maskapai BUMN rampung pada kuartal I 2026. Dalam skema tersebut, Garuda Indonesia ditetapkan sebagai induk perusahaan. “Garuda Indonesia akan menjadi induk holding. Di bawahnya nanti ada Citilink dan Pelita Air,” kata Dony.

Manfaat Penggabungan

Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari pembentukan holding maskapai BUMN:
Meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi sistem pemesanan
Mengoptimalkan penggunaan armada dengan menggabungkan rute penerbangan yang sama
Menambah pendapatan tanpa perlu menambah pesawat
Mempermudah pengelolaan poin dan layanan pelanggan

Tantangan yang Dihadapi

Meski proses penggabungan menawarkan banyak keuntungan, beberapa tantangan tetap harus dihadapi:
Perlu keputusan yang jelas tentang bentuk holding (merger atau kemitraan)
Persoalan pembukuan dan penggabungan data yang kompleks
* Pemenuhan harapan para pemangku kepentingan, termasuk pelanggan dan karyawan

Dengan target penyelesaian pada semester I 2026, Danantara Indonesia berharap proses ini akan membawa perubahan positif bagi industri penerbangan nasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan