MBG Bangkitkan Semangat Siswa Khusus di SLB 5 Jakarta, Kepala: Dulu Sering Absen, Kini Rajin Hadir

Program Makan Bergizi Gratis Berdampak Positif pada Siswa SLB Negeri 5 Jakarta

Di dalam ruang kelas yang bercat hijau di bilangan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, aroma lauk pauk tercium di antara tawa pelajar. Di sana, beberapa siswa terlihat khusyuk menyuap nasi dan sayur. Kebersamaan tampak begitu hangat. Sejak pertengahan November 2024, Sekolah Luar Biasa (SLB) 5 Jakarta ini menjadi salah satu lokasi uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini hadir tak sekadar mengisi perut, tetapi juga menumbuhkan semangat dan kebiasaan makan sehat bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Kepala SLB Negeri 5 Jakarta, Hani Rustiani, menyampaikan bahwa adanya MBG memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa. "Setelah adanya MBG, itu sangat membawa dampak positif (bagi siswa di sini)," ujarnya.

Sekolah ini memiliki 195 siswa yang terdiri dari jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB. Mayoritas peserta didik memiliki hambatan intelektual dan pendengaran, beberapa dengan autisme dan daksa. Di awal pelaksanaan, menu yang disajikan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah memang belum sempurna. Namun kini, menu MBG semakin variatif dan berganti setiap hari dengan porsi seimbang antara karbohidrat, protein, dan sayur.

"Jadi (pihak SPPG) menerima kritik, saran, komplain kita hari-hari jika ada apa pun," ujarnya.

Hani menjelaskan bahwa perubahan paling terasa dari program MBG adalah dari segi kesehatan dan kehadiran siswa. Jika dulu banyak yang sering absen karena sakit, saat ini sudah berkurang. "Terutama yang kelas kecil nih, kelas SD, itu kan sering rentan tuh, sering (absen) sakit. Nah, ketika ada MBG ini mereka untuk ketahanan fisiknya cukup lumayan setelah ada MBG ini (rajin masuk)," katanya.

Sebelum ada MBG, sebagian besar siswa berangkat dengan bekal uang jajan. Pilihan mereka pun tak jauh dari makanan instan seperti sosis atau nugget. Kini, lewat MBG, mereka belajar mengenal makanan rumahan yang sehat dan mulai menyukainya. "Bahkan ada yang awalnya enggak mau makan sayur, sekarang suka," ujar Hani.

Prestasi yang Menginspirasi

Semangat baru juga tampak di arena lomba. Dalam setahun terakhir, sejumlah siswa SLB Negeri 5 Jakarta menorehkan prestasi membanggakan. Mereka menjuarai lomba pencak silat, pantomim, menyanyi, hingga boga tingkat Sudin Jakarta Barat. Bahkan, anak-anak kami tampil di acara SEAMEO Asia Tenggara. Walau bukan lomba, tapi performanya luar biasa," ujar Hani.

Perluasan Jangkauan Program

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan