Mendag Perkirakan Transaksi Trade Expo Indonesia Capai Rp 293 Triliun pada 2026

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memiliki target tinggi untuk gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) tahun 2026. Ia menargetkan total transaksi yang terjadi dalam acara tersebut mencapai US$ 17,5 miliar atau setara dengan Rp 293 triliun. Angka ini meningkat sebesar 6% dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$ 16,5 miliar atau Rp 276 triliun.

“Kami berharap capaian TEI 2026 bisa melebihi target yang telah ditetapkan,” ujar Budi saat peluncuran Trade Expo Indonesia ke-41 2026 di kantornya, Kamis (26/2). Meskipun target tahun lalu lebih rendah, realisasi transaksi pada TEI 2025 lalu justru mencapai angka yang lebih tinggi, yaitu US$ 22,8 miliar atau sekitar Rp 382,1 triliun.

Menurut Budi, TEI menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor. Terlebih, catatan kinerja ekspor tahun lalu mengalami peningkatan sebesar 6,15%. Selain itu, situasi perdagangan global saat ini juga menunjukkan pertumbuhan positif untuk ekspor Indonesia, serta surplus perdagangan yang naik hingga 31%.

Trade Expo Indonesia 2026 akan diselenggarakan pada 14 hingga 18 Oktober mendatang. Acara ini mencakup berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman, agrikultur, manufaktur, industri, pakaian dan kerajinan tangan, furnitur, hingga dekorasi rumah.

Tiga Tahap dalam Trade Expo Indonesia

TEI 2026 akan dibagi menjadi tiga tahap utama:

  • Tahap pertama: Pertemuan bisnis yang bertujuan untuk melihat potensi kerja sama yang saling menguntungkan. Proses ini difasilitasi oleh perwakilan Indonesia di luar negeri agar memudahkan proses kesepakatan dengan pembeli nantinya.
  • Pada hari pertama TEI 2025 lalu, transaksi yang terjadi mencapai US$ 9,98 miliar (Rp 167,25 triliun), dengan jumlah kontrak dagang sebanyak 137.

  • Tahap kedua: Transaksi langsung saat TEI berlangsung. Pada tahap ini, peserta dapat langsung melakukan negosiasi dan kesepakatan bisnis.

  • Tahap ketiga: Kementerian Perdagangan melakukan monitoring terhadap setiap transaksi yang terjadi. Menurut Budi, hal ini diperlukan untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul setelah kontrak dagang berjalan.

Dengan struktur yang jelas dan komprehensif, TEI 2026 diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia, khususnya dalam meningkatkan ekspor dan memperluas jaringan bisnis internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan