
Lokasi dan Perkembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang berada di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, telah menjadi perhatian publik setelah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut lokasinya sebagai "In The Middle of Nowhere". Meskipun bandara ini memiliki fasilitas yang besar, bagus, dan megah, lokasinya dianggap jauh dari pusat-pusat keramaian. Hal ini menyebabkan tingkat kunjungan atau trafik penumpang BIJB Kertajati sepi, bahkan seperti kuburan pada awal-awal beroperasi.
Lokasi Geografis dan Konsep Rebana
BIJB Kertajati terletak dalam kawasan ekonomi strategis yang dikenal sebagai Rebana. Kawasan ini mencakup tujuh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Subang, Indramayu, Majalengka, Sumedang, Cirebon, Kuningan, dan Kota Cirebon. Rebana diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengintegrasikan kawasan industri, pelabuhan laut dalam (Patimban), dan bandara internasional (Kertajati).
Bandara ini dibangun untuk melayani pasar penumpang pesawat dari Wilayah Metropolitan Bandung Raya dan Cirebon Raya, serta sebagian timur Kabupaten Subang dan Kabupaten Sumedang. Pada awal pembangunannya, lokasi ini dianggap jauh karena jarak tempuh yang jauh dari pusat Kota Bandung, sekitar 96 kilometer. Jarak yang relatif jauh dan minimnya konektivitas jalan tol membuat waktu tempuh menjadi sangat lama.
Dari Keterasingan ke Kunci Konektivitas
Masalah utama BIJB Kertajati sejak diresmikan adalah ketidakseimbangan antara infrastruktur bandara dan konektivitas. Namun, kondisi "In The Middle of Nowhere" tersebut telah berangsur-angsur teratasi berkat infrastruktur jalan tol yang tuntas dibangun. Salah satu jalan tol yang menjadi kunci utama adalah Tol CileunyiβSumedangβDawuan (Cisumdawu), yang sepanjang 62 kilometer. Jalan tol ini menghubungkan Bandung dengan Kertajati.
Beroperasinya Tol Cisumdawu secara penuh pada September/Oktober 2023 telah memangkas waktu tempuh dari kawasan Pasteur, Bandung, menuju Kertajati secara drastis, menjadi sekitar 1,5 jam. Tol ini juga terintegrasi dengan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), yang menjadi gerbang untuk wilayah timur-barat, menjadikan akses dari Jakarta dan Jawa Tengah lebih mudah.
Selain melalui Tol Cisumdawu dan Cipali, bandara ini juga direncanakan akan dilengkapi dengan jalur kereta api dari Stasiun Arjawinangun untuk konektivitas yang lebih optimal di masa depan.
Solusi dan Optimisme Menghidupkan Kertajati
Kritik AHY menegaskan bahwa meskipun infrastruktur konektivitas sudah tuntas, kawasan di sekitar bandara belum hidup. Hal ini membuat bandara tidak mampu mendongkrak pertumbuhan baru. Untuk mengatasi sepinya trafik penerbangan dan mengaktivasi kawasan Rebana, pemerintah mendorong beberapa solusi strategis.
Pertama, pemindahan sebagian besar rute penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara (Bandung) ke Kertajati telah dilakukan untuk memfokuskan penumpang. BIJB Kertajati juga ditetapkan sebagai salah satu bandara utama untuk layanan penerbangan haji dan umrah.
AHY juga mendorong kerja sama antara pengelola BIJB dengan Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia untuk menghadirkan fasilitas pengembangan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Hal ini bertujuan agar pesawat-pesawat besar dapat dirawat di BIJB Kertajati, tidak harus ke Jakarta atau luar negeri, sehingga dapat mengembangkan kawasan di sekitarnya dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.
"Kami juga akan optimalisasi Kawasan Rebana dengan membangun daya tarik ekonomi di Majalengka dan sekitarnya agar bandara tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga simpul pertumbuhan regional," tutur AHY, Selasa (21/10/2025).
Dengan tuntasnya konektivitas jalan tol dan strategi pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi, BIJB Kertajati kini berupaya bertransformasi dari sekadar "In The Middle of Nowhere" menjadi pusat logistik dan pergerakan penumpang yang vital, sesuai dengan visi awalnya sebagai kebanggaan Tanah Pasundan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar