Mengapa Jantung Berdebar Cepat Saat Hamil?

Apa yang Terjadi pada Jantung Selama Kehamilan?

Kehamilan adalah masa penuh kebahagiaan, harapan, dan perubahan besar pada tubuh. Tidak hanya soal mempersiapkan diri menjadi orangtua, tetapi tubuh juga bekerja ekstra untuk mendukung tumbuh kembang janin. Di tengah semua proses tersebut, beberapa ibu hamil merasakan jantung yang berdebar lebih cepat dari biasanya alias sering sekali 'deg-deg an'. Dalam banyak kasus, kondisi ini bisa termasuk normal.

Pada dasarnya, jantung berdebar atau heart palpitations cukup umum terjadi selama kehamilan. Tubuh sedang mengalami banyak perubahan yang membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Jadi, tidak jarang calon mama merasa degupan jantungnya lebih cepat atau terasa tidak beraturan. Menurut Benjamin DiJoseph, DO, seorang dokter kandungan dari Inspira Medical Center di New Jersey, selama hamil, tubuh memerlukan lebih banyak darah untuk menunjang kesehatan mama sekaligus pertumbuhan janin.

Karena itu, jantung akan memompa darah lebih banyak dan lebih cepat. Hal ini dapat memicu sensasi berdebar yang kadang membuat ibu hamil terkejut atau merasa tidak nyaman. "Selama kehamilan, jantung bekerja lebih keras dan memompa lebih banyak darah untuk menjaga kamu tetap sehat dan membantu bayi tumbuh," kata Benjamin DiJoseph. "Wajar jika mengalami peningkatan detak jantung dan bahkan beberapa kelainan ritme," lanjutnya.

Gejala Jantung Berdebar Saat Hamil

Sensasi jantung berdebar bisa terasa berbeda pada setiap ibu hamil. Namun secara umum, gejalanya meliputi jantung yang terasa berdegup kencang, tidak teratur, atau seperti berdenyut berlebihan di dalam dada. Beberapa ibu hamil kemungkinan juga akan merasakan dada bergetar ringan atau degupan yang terasa sangat kuat. Selain itu, beberapa ibu hamil juga bisa merasakan ketidaknyamanan lain, seperti dada terasa penuh atau hangat.

Kondisi ini bisa muncul saat sedang beraktivitas, berjalan terlalu cepat, atau bahkan ketika sedang beristirahat. Walaupun terdengar mengkhawatirkan, gejala ini sebagian besar tidak membahayakan. Tapi tetap perhatikan kapan gejalanya muncul dan seberapa sering terjadi.

Penyebab Jantung Berdebar saat Hamil

Salah satu penyebab utama jantung berdebar saat hamil adalah meningkatnya volume darah dalam tubuh. American Heart Association mencatat bahwa volume darah bisa meningkat hingga 20%–100% selama kehamilan, dengan rata-rata sekitar 45%. Peningkatan ini diperlukan untuk memberi suplai nutrisi dan oksigen pada janin. Karena harus memompa darah lebih banyak, jantung meningkatkan jumlah denyutan per menit.

Inilah yang membuat ibu hamil merasakan sensasi berdebar atau detak yang terasa lebih cepat. Denyut jantung dapat meningkat sekitar 10%–25% selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga. Seiring perkembangan kehamilan, tubuh akan terus beradaptasi. Perubahan hormon, peningkatan berat badan, hingga emosi yang lebih sensitif juga ikut memengaruhi kerja jantung. Jadi, kondisi ini termasuk bagian dari proses alami kehamilan.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Jantung Berdebar

Beberapa kondisi kesehatan dapat membuat jantung berdebar terasa lebih sering atau kuat. Misalnya anemia, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Saat anemia, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga denyut jantung meningkat. Dehidrasi, tekanan darah rendah, gula darah rendah, atau perubahan hormon juga bisa menjadi pemicu. Begitu pula pada ibu hamil yang memiliki riwayat gangguan jantung, masalah tiroid, atau kecemasan tinggi.

Perubahan emosional selama hamil juga bisa memperkuat sensasi jantung berdebar. Selain itu, ibu hamil dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 30 atau yang mengalami stres berlebih juga lebih berisiko mengalami palpitasi. Karena itu, penting untuk menjaga kondisi fisik dan mental selama kehamilan.

Apakah Jantung Berdebar Berlebihan Dapat Memengaruhi Janin?

Pada kebanyakan kehamilan yang sehat, jantung berdebar tidak membahayakan janin. Dokter kandungan menyebut bahwa palpitasi umumnya hanya memengaruhi Mama dan tidak berdampak langsung pada bayi. Sistem tubuh janin telah terlindungi dengan baik selama proses kehamilan berlangsung. Namun, ada pengecualian jika jantung berdebar disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Misalnya, gangguan tiroid atau masalah kesehatan yang mengurangi kadar oksigen dalam darah. Dalam kondisi tersebut, kualitas oksigen untuk janin juga dapat ikut terpengaruh.

Hal paling penting adalah menjaga kesehatan mama. Semakin baik kondisi tubuh dan mental mama, semakin optimal pula perkembangan janin di dalam kandungan.

Cara Mencegah dan Mengurangi Jantung Berdebar Berlebihan saat Hamil

Jika kehamilan termasuk dalam kategori rendah risiko, beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi sensasi jantung berdebar. Salah satunya adalah mengurangi stres dan memberikan tubuh waktu untuk beristirahat lebih banyak. Jangan memaksakan diri untuk bergerak terlalu cepat atau beraktivitas berlebihan. Batasi konsumsi kafein dan gula tambahan, karena kedua hal ini dapat memicu detak jantung meningkat.

Selain itu, pastikan ibu hamil minum cukup air setiap hari untuk mencegah dehidrasi. Cobalah juga latihan pernapasan dalam, meditasi ringan, atau prenatal yoga untuk membantu menenangkan tubuh. Saat bangun dari posisi tidur telentang, lakukan dengan perlahan: duduk dulu selama beberapa detik sebelum berdiri. Ini membantu tubuh menyesuaikan tekanan darah dan menghindari peningkatan detak jantung secara mendadak.






Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan