Mengatur jadwal, RMKE tunda peluncuran obligasi Rp 600 miliar

Penundaan Penerbitan Obligasi Berkelanjutan RMKE

PT RMK Energy Tbk (RMKE), sebuah emiten jasa angkut batu bara, mengumumkan penundaan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp 600 miliar. Pengumuman ini dikeluarkan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan nomor KSEI-3228/DIR/0226 yang terbit pada 18 Februari 2026. Dalam pengumuman tersebut disebutkan adanya perubahan jadwal penerbitan obligasi.

Selain itu, RMKE juga menyampaikan perubahan jadwal penawaran umum melalui surat bernomor 07.29/SPb/RMEKSEI/II/2026 yang dikeluarkan pada 23 Februari 2026. Jadwal penawaran umum yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 24 Februari 2026 kini ditunda.

Masa penawaran umum obligasi yang semula dijadwalkan berlangsung satu hari pada 19 Februari 2026, serta penjatahan pada 20 Februari 2026, kini diubah menjadi tanggal 25 Februari 2026. Selain itu, jadwal distribusi obligasi secara elektronik juga bergeser dari 19 Februari menjadi 24 Februari 2026.

Detail Penerbitan Obligasi

Berdasarkan prospektusnya, RMKE akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan total nilai Rp 600 miliar. Obligasi ini terdiri dari dua seri:

  • Seri A: Senilai Rp 450 miliar dengan bunga tetap 7,75% per tahun dan tenor lima tahun sejak tanggal emisi.
  • Seri B: Senilai Rp 150 miliar dengan bunga tetap 8,25% per tahun dan jangka waktu tujuh tahun sejak tanggal emisi.

Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran pertama dijadwalkan pada 19 Mei 2026. Sementara pembayaran bunga terakhir sekaligus pelunasan pokok obligasi dilakukan pada 19 Februari 2031 untuk Seri A dan 19 Februari 2033 untuk Seri B. Pelunasan pokok masing-masing seri akan dilakukan sekaligus pada saat jatuh tempo (bullet payment).

Penjamin Emisi dan Penggunaan Dana

Sebagai penjamin emisi, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Sucor Sekuritas, dan PT BNI Sekuritas bertindak sebagai pihak yang menangani penerbitan obligasi. Selain itu, PT Bank KB Indonesia Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.

Dana hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk pendanaan anak usaha RMKE. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • 31,67% dana dialokasikan sebagai pinjaman kepada PT Royaltama Multi Komoditi Nusantara (RMKN) untuk pengadaan batu bara dan jasa terkait pengadaan dari para pemasok, guna mendukung pertumbuhan penjualan dan optimalisasi rantai pasok.
  • 26,67% dana dipinjamkan kepada PT Royaltama Mulia Kencana (RMUK) untuk kebutuhan modal kerja dan keperluan umum perusahaan.
  • 33,33% dana lainnya dialokasikan kepada RMUK untuk belanja modal, terutama ekspansi layanan logistik melalui pembangunan infrastruktur pendukung serta peningkatan jalan angkut batu bara.
  • Sisanya digunakan untuk kebutuhan modal kerja serta kegiatan umum usaha (general corporate purposes), termasuk namun tidak terbatas pada biaya operasional.

Kinerja Keuangan RMKE Hingga September 2025

Jika menilik kinerja keuangannya hingga 30 September 2025, laba tahun berjalan RMKE tercatat sebesar Rp 138,75 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar Rp 38,97 miliar atau 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 177,18 miliar. Penurunan laba ini terutama disebabkan oleh turunnya laba kotor, meskipun ada penurunan beban umum dan administrasi serta beban pajak sebesar Rp 2,47 miliar.

Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 1,12 triliun hingga 30 September 2025. Angka ini anjlok sebesar 36,1% atau Rp 633,06 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 1,76 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya volume penjualan batu bara akibat melemahnya permintaan global akibat perang dagang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan