Menggandeng BI, Sumbar tingkatkan ekonomi syariah

Menggandeng BI, Sumbar tingkatkan ekonomi syariah

Penguatan Ekonomi Syariah di Sumatra Barat

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terus berupaya memperkuat ekonomi syariah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengungkapkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah saat ini telah berkembang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Sumbar memiliki modal sosial, budaya, dan religius yang kuat untuk berkontribusi dalam penguatan ekosistem halal nasional. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah Minang Halal Fest 2026, yang digelar mulai 16 hingga 18 Januari di kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Acara ini diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi syariah di Sumbar.

Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan

Minang Halal Fest merupakan wujud nyata kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sekaligus memperkuat ekosistem halal di Sumbar. Mahyeldi menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia dan pihak lainnya yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan acara ini.

Menurutnya, nilai-nilai syariah telah lama hidup dalam masyarakat Minangkabau melalui falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK). Oleh karena itu, pengembangan industri halal, halal lifestyle, dan keuangan syariah sangat relevan dengan jati diri Ranah Minang.

Alokasi Sertifikasi Halal Gratis

Pada tahun 2026, Sumbar mendapatkan alokasi sertifikasi halal gratis melalui Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Alhamdulillah, Sumatera Barat mendapatkan alokasi lebih dari 32 ribu sertifikasi halal gratis. Ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan bersama untuk memperkuat daya saing UMK.

Percepatan sertifikasi halal membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, pendamping halal, perbankan syariah, dan pelaku usaha. Pemprov Sumbar terus mendorong optimalisasi fasilitasi sertifikasi halal agar kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Agenda dan Tujuan Acara

Minang Halal Fest 2026 dipandang sebagai sarana promosi, literasi, dan edukasi halal lifestyle yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Ada berbagai agenda seperti simposium, bazar halal, kompetisi, dan talkshow yang digelar selama kurun waktu pelaksanaan kegiatan, 16–18 Januari 2026. Harapan besar diadakannya acara ini adalah untuk mendorong penguatan UMK halal dan ekonomi umat.

Peran Strategis Masjid

Mahyeldi juga menekankan peran strategis masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat literasi, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan keuangan syariah berbasis komunitas. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov Sumbar dalam mendorong penguatan ekonomi nagari dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai keislaman.

Dukungan dari Bank Indonesia

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Rifki Ismal menyampaikan bahwa Bank Indonesia mendukung upaya pemerintah melakukan penguatan peran Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebagai pusat kegiatan ekonomi dan keuangan syariah. Dukungan tersebut antara lain melalui penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan mutu pengelolaan, serta pengembangan kawasan masjid sebagai pusat aktivitas ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.

Minang Halal Fest ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi sekaligus langkah konkret dalam memperkuat literasi dan pengembangan ekonomi syariah, tidak hanya bagi masyarakat Sumatra Barat, tetapi juga secara nasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan