Menteri Ketenagakerjaan ajak kampus tingkatkan produktivitas nasional

Menteri Ketenagakerjaan ajak kampus tingkatkan produktivitas nasional

Menteri Ketenagakerjaan Ajak Perguruan Tinggi Bangun Produktivitas Nasional

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak perguruan tinggi di Indonesia untuk terlibat aktif dalam mendorong peningkatan produktivitas nasional. Hal ini menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045. Seruan tersebut disampaikan saat memberikan keynote speech pada acara Productivity Goes to Campus di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis (11/12/2025).

Dalam pidatonya, Yassierli menyatakan bahwa dengan dukungan perguruan tinggi, industri, dan lembaga pemerintah, Indonesia dapat mempercepat peningkatan produktivitas nasional sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, produktivitas tidak hanya bisa dibicarakan pada level industri, tetapi harus dimulai dari dunia pendidikan tinggi sebagai pusat pembentukan pola pikir dan pengetahuan generasi muda. Ia berencana mengusulkan agar ada mata kuliah khusus terkait produktivitas. Dengan demikian, mahasiswa akan memahami apa itu produktivitas, bagaimana penerapannya, dan bagaimana mengukurnya, baik di sektor industri maupun sektor publik. Semua ini dimulai dari mindset.

Peran Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Produktivitas

Yassierli menjelaskan empat peran penting perguruan tinggi dalam peningkatan produktivitas nasional:

  • Pertama, penguatan mindset produktivitas, agar mahasiswa memahami bahwa produktivitas bukan sekadar bekerja lebih keras, tetapi bekerja lebih cerdas dan terukur.
  • Kedua, kampus menjadi pusat pengetahuan dan inovasi produktivitas.
  • Ketiga, perguruan tinggi berperan sebagai penyiap sekaligus penggerak SDM, menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pasar kerja.
  • Keempat, kampus diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dan industri, memastikan kebijakan dan inovasi berjalan selaras dengan kebutuhan dunia usaha. "Dengan begitu, kampus menjadi tempat lahirnya riset dan teknologi yang mampu mendorong efisiensi serta daya saing industri," ujarnya.

Pendekatan 4P untuk Peningkatan Produktivitas

Yassierli menjelaskan pendekatan 4P untuk peningkatan produktivitas, yaitu:

  • People (SDM): meningkatkan kompetensi dan daya adaptasi pekerja.
  • Product (Produk): mendorong kualitas dan nilai tambah produk nasional.
  • Process (Proses): mengoptimalkan alur produksi dan kerja agar lebih efisien.
  • Policy (Kebijakan): menghadirkan regulasi yang berbasis data, mendukung inovasi, dan melibatkan kolaborasi industri.

Kolaborasi untuk Ekosistem Produktivitas

Kemnaker, kata Yassierli, terus menyiapkan ekosistem pendukung produktivitas melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga nasional dan internasional yang berfokus pada isu produktivitas, seperti APO (Asian Productivity Organization) dan lembaga produktivitas di tingkat nasional. Upaya ini mencakup penyiapan sumber daya, program intervensi peningkatan produktivitas, hingga dorongan sertifikasi kompetensi SDM.

Ia menambahkan bahwa setiap intervensi akan diukur secara pre dan post, sehingga dampak inovasi produktivitas dapat terlihat secara konkret dari sebelum dan setelah program diterapkan. "Kami sudah berbicara dengan K/L lain, fokus penguatan produktivitas nanti akan diarahkan ke industri skala menengah, dan kita harap akan lahir banyak success story," ungkapnya.

Pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK)

Yassierli juga memaparkan pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker yang kini diperluas menjadi empat fungsi utama. BLK tidak hanya menjadi pusat pelatihan vokasi, tetapi juga bertransformasi menjadi talent & innovation hub, pusat pelatihan dan penempatan berbasis produktivitas, serta labour productivity clinics yang membantu perusahaan dan pekerja meningkatkan kinerja mereka.

"Kita mengembangkan BLK menjadi empat fungsi, yang sebelumnya hanya satu," tegasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan