Menteri Keuangan Purbaya Percaya IHSG Capai 10.000 pada 2026, Apa Faktornya?

Menteri Keuangan Purbaya Percaya IHSG Capai 10.000 pada 2026, Apa Faktornya?

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Menteri Keuangan Purbaya Percaya IHSG Capai 10.000 pada 2026, Apa Faktornya? menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Prediksi Menteri Keuangan tentang Pencapaian IHSG di Tahun 2026

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mampu mencapai level 10.000 pada akhir tahun 2026. Ia menilai bahwa secara fundamental, IHSG pada tahun 2025 seharusnya sudah berada di level yang lebih tinggi. Namun, hal ini tertahan oleh dinamika kebijakan dan sentimen pasar.

“Apakah IHSG bisa mencapai 10.000 pada tahun depan? Oh, tentu saja lebih dari itu. Jika tahun depan kondisinya baik, maka angka tersebut akan tercapai,” ujarnya saat berbicara di Jakarta, Rabu (31/12).

Pada tahun 2025, IHSG ditutup menguat sebesar 2,68 poin atau 0,03 persen, dengan posisi akhir di 8.646,94. Capaian ini jauh dari prediksi sebelumnya Purbaya yang menyatakan bahwa IHSG bisa mencapai 9.000.

“Seharusnya jika desainnya sesuai dengan rencana saya, sekarang sudah ada di 9.000. Namun, angka tersebut masih rendah. Dengan kebijakan yang semakin sinkron dan ekonomi yang semakin membaik, IHSG harusnya naik lebih cepat,” tambah Purbaya.

Pada penutupan bursa akhir tahun, IHSG mengalami kenaikan sebesar 2,68 poin atau 0,03 persen. Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan justru mengalami penurunan sebesar 5,47 poin atau 0,64 persen, dengan posisi akhir di 846,57.

Faktor Pendorong Kenaikan IHSG di Akhir Tahun 2025

Reydi Octa, pengamat pasar modal Indonesia, menilai bahwa penguatan IHSG di akhir tahun 2025 didorong oleh sentimen pemangkasan suku bunga, baik secara global maupun domestik. Hal ini meningkatkan minat risiko investor terhadap aset di negara berkembang.

“Penguatan IHSG di akhir 2025 didorong oleh tren pemangkasan suku bunga global dan domestik, sehingga meningkatkan risk appetite investor untuk mulai masuk ke emerging market,” ujar Reydi.

Selain itu, kinerja emiten yang relatif solid, khususnya saham-saham berkapitalisasi besar, turut serta menopang pergerakan IHSG. Faktor window dressing juga dinilai meningkatkan aktivitas transaksi di akhir tahun.

Perkiraan Arah Pergerakan IHSG di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Reydi menilai bahwa sejumlah faktor akan menjadi perhatian utama investor. Beberapa faktor tersebut antara lain arah kebijakan suku bunga, dinamika geopolitik, serta pertumbuhan ekonomi global dan domestik.

“Kinerja emiten big cap dan inflow asing yang masif, terutama sejak kepemilikan investor asing menjadi minoritas di IHSG, akan menjadi penentu arah pergerakan indeks ke depan,” ujarnya.

Dengan berbagai faktor yang saling terkait, IHSG memiliki potensi untuk terus mengalami kenaikan. Prediksi Menteri Keuangan tentang pencapaian level 10.000 di akhir tahun 2026 menunjukkan optimisme terhadap masa depan pasar modal Indonesia. Namun, para investor tetap perlu memantau perkembangan ekonomi dan kebijakan yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Menteri Keuangan Purbaya Percaya IHSG Capai 10.000 pada 2026, Apa Faktornya? ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar