
Pertemuan Penting Presiden Prabowo dengan Pemimpin Emirat
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam pertemuan dengan para pemimpin negara-negara emirat. Pertemuan ini berlangsung di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, pada hari Kamis (26/2) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menerima sambutan yang sangat istimewa dari tujuh pemimpin emirat.
Daftar Pemimpin yang Hadir
Tujuh pemimpin yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah:
- Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden Uni Emirat Arab
- Emir Dubai sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab
- Emir Sharjah
- Emir Ajman
- Emir Umm Al Quwain
- Emir Ras Al Khaimah
- Emir Fujairah
Pertemuan ini biasanya diadakan satu tahun sekali, namun kali ini berlangsung lebih awal sebagai bentuk penghargaan terhadap Presiden Prabowo.
Kegiatan Selama Pertemuan
Setelah pertemuan resmi, Presiden Prabowo dan para pemimpin emirat melanjutkan kegiatan dengan iftar bersama, yaitu berbuka puasa bersama. Setelah itu, mereka juga melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah bersama rombongan.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo dan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan melakukan pertemuan empat mata selama lebih dari satu jam. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas beberapa agenda strategis seperti penguatan kerja sama energi dan kemitraan ekonomi masa depan. UEA juga menyampaikan harapan untuk meningkatkan investasi di Indonesia.
Komitmen UEA terhadap Investasi di Indonesia
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden MBZ menyampaikan komitmen UEA untuk meningkatkan investasi negaranya di Indonesia. "Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Bilateral ditingkatkan," kata Teddy dalam siaran pers yang dirilis oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (27/2).
Indonesia dianggap sebagai mitra strategis utama UEA di Asia Tenggara, terutama dalam bidang energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan. Presiden Prabowo menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus memperkuat iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi investor UEA dalam berbagai sektor prioritas nasional.
Momentum 50 Tahun Hubungan Diplomasi
Momentum pertemuan ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan UEA. Setengah abad hubungan kedua negara kini memasuki fase baru dengan fokus pada investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan masa depan.
Rombongan yang Mendampingi
Dalam kunjungan ke UEA kali ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain:
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia
- Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya
Turut serta dalam rombongan yakni Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT. Pindad (Persero) Sigit Santosa.
Pemimpin UEA yang Hadir
Sementara itu, Presiden MBZ didampingi oleh:
- Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan
- Penasihat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan
- Penasihat Urusan Strategis Ahmed Al Mazrouei
- Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei
- Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri
Pertemuan ini menjadi bukti kuatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan UEA, serta komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kemitraan di berbagai bidang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar