Mourinho Tinggalkan Fenerbahce dengan Tagihan Hotel Rp14 Miliar, Siapa yang Menanggung?

Jose Mourinho dan Tagihan Hotel Mewah yang Menggegerkan

Jose Mourinho, pelatih legendaris asal Portugal, kembali menjadi perbincangan setelah diberitakan meninggalkan tagihan hotel mewah yang sangat besar. Kali ini, kasus tersebut terjadi saat ia menjabat sebagai pelatih Fenerbahce di Turki.

Menurut laporan media lokal, Mourinho disebut telah membuat klub lamanya, Fenerbahce, menanggung biaya fantastis akibat penginapannya di Istanbul. Selama masa kepemimpinannya, yang berlangsung selama 16 bulan, Mourinho memilih untuk tinggal di sebuah hotel bintang lima, Four Seasons Hotel Istanbul at the Bosphorus, yang berlokasi di bekas istana Ottoman abad ke-19.

Penginapan Mewah dan Biaya yang Mengkhawatirkan

Mourinho mulai melatih Fenerbahce pada Juni 2024, setelah sebelumnya dipecat dari AS Roma. Namun, masa baktinya di klub Turki itu tidak berlangsung lama. Ia dipecat hanya setelah enam pertandingan pada awal musim 2025/2026, karena performa tim yang tidak memuaskan.

Selama 16 bulan tinggal di Istanbul, Mourinho tidak menyewa rumah pribadi. Ia lebih memilih untuk tinggal di Four Seasons hingga kontraknya berakhir. Hotel tersebut memiliki fasilitas lengkap seperti spa, pusat kebugaran modern, serta kolam renang indoor dan outdoor.

Staf hotel mengungkapkan bahwa Mourinho memiliki kebiasaan unik, yaitu selalu memesan menu yang sama, termasuk sup ayam, pizza margherita, es krim, dan air berkarbonasi.

Masalah Tagihan yang Tidak Jelas

Masalah muncul ketika diketahui bahwa biaya penginapan Mourinho mencapai 36,5 juta lira Turki (sekitar Rp 14,4 miliar). Belum jelas apakah tagihan itu menjadi tanggung jawab pribadi Mourinho atau ditanggung oleh pihak klub sepenuhnya.

Namun, menariknya, Mourinho disebut sudah menerima uang pesangon sebesar GBP 7,7 juta (Rp 169 miliar) setelah pemecatannya dari Fenerbahce.

Sejarah Serupa dengan Manchester United

Kejadian ini mengingatkan kembali pada saat Mourinho menjadi pelatih Manchester United antara 2016 hingga 2018. Saat itu, Mourinho juga tinggal di hotel mewah The Lowry selama 895 hari dengan total biaya mencapai GBP 537.000 (sekitar Rp 11,7 miliar) yang ditanggung pribadi oleh sang pelatih.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Mourinho sering kali memilih penginapan mewah selama masa kerjanya sebagai pelatih. Namun, dalam kasus Fenerbahce, masalah utamanya adalah siapa yang akan menanggung biaya tersebut.

Penutup

Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun Mourinho adalah salah satu pelatih terkenal di dunia sepak bola, tindakannya dapat menimbulkan kontroversi, terutama dalam hal biaya penginapan yang sangat besar. Apakah biaya tersebut akan dibebankan kepada klub atau pribadi, masih menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan