
Persiapan PT Railink Menghadapi Libur Nataru 2025
PT Railink, yang merupakan pengelola Kereta Bandara YIA, terus memperkuat kesiapannya dalam menyambut libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Momen ini diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang yang signifikan, sehingga perlu persiapan yang matang.
Manajer Komunikasi Protokol dan Umum PT Railink, Ayep Hanafi, menjelaskan bahwa salah satu langkah persiapan adalah menghadapi potensi kerawanan di sepanjang jalur kereta. Ia menekankan bahwa kebanyakan titik rawan berada di wilayah Kulon Progo.
Kerawanan tersebut meningkat seiring dengan musim penghujan saat ini. Diperkirakan, momen libur akhir tahun akan bersamaan dengan puncak musim penghujan. Oleh karena itu, PT Railink telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (DAOP) 6 Yogyakarta untuk meningkatkan pengawasan prasarana.
Ayep menyampaikan bahwa petugas tambahan akan diterjunkan di titik rawan, termasuk tambahan untuk penilik jalan dan penjaga pintu perlintasan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional selama masa libur.
Selain itu, PT Railink juga akan menambahkan 5 rangkaian kereta (trainset) untuk Kereta Bandara YIA selama masa libur Nataru. Tambahan ini diperlukan sebagai antisipasi lonjakan penumpang. PT Railink telah memastikan kesiapan seluruh rangkaian kereta yang digunakan. Kesiapan dilakukan melalui pemeriksaan ramp check hingga pemeriksaan rutin yang dilakukan secara periodik.
"Kami pastikan semua rangkaian siap beroperasi untuk libur Nataru," kata Ayep.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyoroti beberapa titik kerawanan yang menjadi fokus perhatian. Salah satunya adalah jembatan kereta di atas Sungai Progo. Selain itu, jalur kereta yang berbentuk lengkungan hingga perlintasan tanpa pintu dan tanpa penjaga juga menjadi perhatian khusus.
Tebing di atas dan di bawah jalur kereta juga menjadi perhatian khusus karena rawan longsor di musim penghujan. Itu sebabnya, akan lebih banyak petugas yang dikerahkan selama masa libur panjang akhir tahun.
"Jadi kalau nanti ada banjir atau longsor karena cuaca ekstrem bisa dideteksi secara dini," jelas Porwanto.
Ia juga mengimbau masyarakat yang melewati perlintasan sebidang untuk mematuhi rambu-rambu yang ada, seperti berhenti dulu, melihat kiri dan kanan, baru melewati perlintasan. Sebab kereta tidak bisa mengerem mendadak untuk menghindar.
Porwanto juga mengingatkan pengguna Kereta Bandara YIA untuk berangkat 2 hingga 3 jam lebih awal dari jam keberangkatan pesawat. Hal itu diperlukan untuk menghindari keterlambatan.
"Kami memperkirakan akan ada 11 ribu penumpang di puncak liburan pada tanggal 21 Desember 2025," ujarnya.
Strategi Pengamanan Jalur Kereta
PT Railink melakukan berbagai strategi pengamanan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para penumpang. Berikut adalah beberapa langkah yang diambil:
- Peningkatan pengawasan prasarana
- Petugas tambahan ditempatkan di titik rawan
- Penilik jalan dan penjaga pintu perlintasan ditambah
- Penambahan jumlah kereta
- 5 rangkaian kereta (trainset) ditambah selama masa libur Nataru
- Pemeriksaan ramp check dan pemeriksaan rutin dilakukan secara berkala
- Pengawasan terhadap jalur kereta
- Fokus pada jembatan kereta di atas Sungai Progo
- Perhatian khusus pada jalur kereta yang berbentuk lengkungan
- Pengawasan terhadap perlintasan tanpa pintu dan tanpa penjaga
Imbauan untuk Pengguna Kereta
Pengguna Kereta Bandara YIA diminta untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, terutama saat melewati perlintasan sebidang. Langkah-langkah berikut disarankan:
- Berhenti dulu sebelum melewati perlintasan
- Melihat kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada kereta yang mendekat
- Hanya melewati perlintasan setelah memastikan aman
Selain itu, pengguna diimbau untuk berangkat lebih awal, yaitu 2 hingga 3 jam sebelum jam keberangkatan pesawat. Hal ini bertujuan untuk menghindari keterlambatan akibat kemacetan atau faktor lainnya.
Prediksi Jumlah Penumpang
Dalam momen libur Nataru, PT Railink memprediksi akan ada sekitar 11 ribu penumpang pada puncak liburan, yaitu pada tanggal 21 Desember 2025. Prediksi ini berdasarkan data historis dan perkiraan arus penumpang yang meningkat selama momen libur akhir tahun.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar