Nanas Moris: Modal Kecil UMKM Kampar Menggerakkan Ekonomi


PEKANBARU, aiotrade
Kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Rimba Sari di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, mengolah nanas moris menjadi berbagai produk pangan bernilai jual. Produk tersebut dipamerkan dalam Festival Nanas di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Pekanbaru, Sabtu (17/1/2026).

Wilda (50), anggota UMKM Rimba Sari, menyebut olahan nanas yang diproduksi meliputi sirup, cuka, dodol, keripik, ongol-ongol, stik, roti, dan kue sagon. Seluruh bahan baku berasal dari nanas moris. “Untuk cuka sudah ada izin BPOM. Sirup masih proses,” ujar Wilda saat ditemui aiotrade.

UMKM Rimba Sari berdiri sejak 2019 dan memiliki tujuh anggota. Mereka mengelola rumah produksi sekaligus gerai penjualan. Omzet bulanan tidak tetap, bergantung pesanan, rata-rata sekitar Rp 2 juta per bulan.

Bahan baku nanas diperoleh dari anggota kelompok yang memiliki kebun sendiri. Pasokan relatif stabil karena Kecamatan Tambang memiliki dua desa penghasil nanas, yakni Desa Kualu Nenas dan Desa Rimbo Panjang.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi yang hadir dalam acara tersebut mencicipi sejumlah produk olahan. Ia menyatakan dukungan terhadap pengembangan nanas moris sebagai penggerak ekonomi masyarakat transmigrasi. “Kita akan menyusun perencanaan pengembangan melalui program rumah produksi nanas moris. Semua bagian nanas bermanfaat. Tidak ada limbah,” kata Viva.

Menurut Viva, nanas moris tidak hanya diolah sebagai pangan. Produk turunannya juga berpotensi dikembangkan untuk pupuk, kosmetik, hingga serat dari daun. Ia menambahkan, penguatan ekonomi menjadi fokus utama kebijakan transmigrasi.

Program tersebut diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik transmigran maupun warga lokal di kawasan transmigrasi. Viva mencontohkan pengembangan kawasan transmigrasi baru di Barelang, Batam, Rempang, dan Galang. Di kawasan tersebut, pemerintah menempatkan 1.000 kepala keluarga dan mengembangkan berbagai demplot usaha, seperti bioflok ikan nila dan hidroponik pekarangan, guna mendorong kemandirian ekonomi.

Beragam Produk Olahan Nanas Moris

Berikut beberapa produk yang dihasilkan oleh UMKM Rimba Sari:
Sirup: Saat ini sedang dalam proses pengajuan izin.
Cuka: Sudah memiliki izin BPOM.
Dodol: Salah satu produk tradisional yang populer.
Keripik: Dibuat dari nanas segar dengan tekstur renyah.
Ongol-ongol: Camilan manis yang disukai banyak orang.
Stik: Bentuk olahan yang praktis dan mudah dibawa.
Roti dan kue sagon*: Menggunakan bahan dasar nanas moris.

Potensi Ekonomi Nanas Moris

Nanas moris bukan hanya sekadar buah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Berikut beberapa aspek yang bisa dikembangkan:
Pengolahan pangan: Seperti yang dilakukan oleh UMKM Rimba Sari.
Produk non-pangan: Misalnya, pupuk organik dari limbah nanas.
Kosmetik: Bahan alami dari nanas bisa digunakan dalam pembuatan produk kecantikan.
Serat daun: Daun nanas bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku serat.

Program Pengembangan Kawasan Transmigrasi

Beberapa kawasan transmigrasi telah dikembangkan dengan pendekatan inovatif. Contohnya:
Barelang, Batam: Menyediakan peluang usaha bagi para transmigran.
Rempang: Fokus pada pengembangan pertanian dan perikanan.
Galang*: Memberikan kesempatan untuk membangun usaha mandiri.

Di kawasan-kawasan ini, pemerintah menempatkan 1.000 kepala keluarga dan memberikan pelatihan serta sarana untuk pengembangan usaha. Beberapa contoh demplot usaha yang diterapkan adalah:
Bioflok ikan nila: Teknologi budidaya ikan yang ramah lingkungan.
Hidroponik pekarangan: Mengoptimalkan lahan sempit untuk pertanian.

Kesimpulan

Nanas moris tidak hanya menjadi bahan baku makanan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dengan pengolahan yang tepat dan dukungan dari pemerintah, potensi nanas moris dapat dimanfaatkan secara maksimal. UMKM Rimba Sari menjadi contoh nyata bagaimana koperasi dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan