Nenek Siamah, 90 Tahun Hidup Tanpa Tempat Tinggal, Dinsos Bantu

Kehidupan Nenek Siamah yang Penuh Kesepian

Di usia yang sudah mencapai 90 tahun, Nenek Siamah tinggal di sebuah rumah sederhana berdinding bambu di Dusun Grujukan, Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Kehidupannya sehari-hari penuh dengan kesepian dan keterbatasan. Ia tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau pun Kartu Keluarga (KK), sehingga tidak tercatat dalam sistem administrasi kependudukan setempat.

Ketidakadaan dokumen-dokumen penting ini membuat Siamah tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Selama bertahun-tahun, ia hanya bertahan hidup dengan belas kasihan tetangga dan para dermawan yang merasa iba melihat kondisinya.

Kabar tentang kehidupan Siamah akhirnya menyebar luas setelah ceritanya viral di media sosial. Pada 5 November 2025, tim dari Griya Lansia Husnul Khatimah Kabupaten Malang datang menjemput Siamah dari rumahnya yang nyaris roboh untuk dibawa ke panti lansia tersebut.

Melalui unggahan warga, Dinas Sosial Kabupaten Jember mengetahui keberadaan Siamah dan segera berkoordinasi dengan pengasuh Griya Lansia Husnul Khatimah untuk menjemputnya. Kepala Dinas Sosial Jember, Akhmad Helmi Lukman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjemput Siamah untuk dibawa ke Jember.

Helmi menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat yang dilakukan oleh Griya Lansia Husnul Khatimah dalam menangani warga lansia yang terlantar. “Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada pihak Griya Lansia Husnul Khatimah Malang yang sudah menjemput dan merawat Ibu Siamah dengan baik,” ujar Helmi pada Jumat (7/11/2025).

Menurut Helmi, pihaknya juga melakukan koordinasi dan assessment langsung ke Griya Lansia Husnul Khatimah Malang untuk memastikan kondisi Siamah serta lansia lainnya. “Kedatangan kami diterima dengan baik. Kami berdiskusi dan berkonsultasi terkait seluruh klien lansia, khususnya Ibu Siamah yang sempat viral,” kata Helmi.

Helmi menambahkan bahwa Griya Lansia Husnul Khatimah memberikan keleluasaan kepada pihaknya untuk menjemput kembali Siamah apabila diperlukan, dengan mekanisme yang sesuai dan transparan. Selain meninjau kondisi Siamah, tim juga mengunjungi sejumlah lansia lain di panti tersebut.

Helmi menyebut seluruh penghuni Griya Lansia terlihat terawat dengan baik, dengan fasilitas yang bersih dan memadai. “Kami berharap kerja sama seperti ini terus terjalin, agar tidak ada lagi warga lansia yang terabaikan hanya karena persoalan administrasi kependudukan,” ujar dia.

Perubahan Hidup yang Diharapkan

Dengan adanya penanganan yang lebih baik, harapan besar muncul bahwa Nenek Siamah dan lansia-lansia lainnya dapat menikmati masa tua yang layak dan nyaman. Penanganan yang cepat dan kolaborasi antara lembaga pemerintah dan lembaga swasta seperti Griya Lansia Husnul Khatimah menjadi contoh penting dalam membantu warga yang kurang beruntung.

Kehidupan Siamah menjadi pengingat akan pentingnya sistem administrasi kependudukan yang efisien dan inklusif. Setiap individu, terutama lansia, harus memiliki akses terhadap layanan sosial dan perlindungan dari pemerintah. Dengan perbaikan sistem ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang terlantar karena alasan administratif.

Masa Depan yang Lebih Cerah

Selain itu, upaya pemerintah dan lembaga swasta dalam menangani isu-isu seperti ini juga menjadi langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan manusiawi. Melalui koordinasi yang baik dan komitmen yang kuat, diharapkan kehidupan bagi lansia seperti Nenek Siamah dapat terus ditingkatkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan