
Pameran Kolektif "Ngalanglayung: The Unrest Within" Menggambarkan Dunia Digital yang Beragam
Pameran seni kolektif "Ngalanglayung: The Unrest Within" menawarkan wajah baru dari dunia seni rupa kontemporer. Dengan berbagai medium dan gaya, pameran ini memperlihatkan bahwa satu generasi bisa melahirkan banyak dunia yang berbeda. Para seniman yang terlibat dalam pameran ini hidup di bawah payung waktu yang sama, mengalami arus digitalisasi yang serupa, tetapi memiliki respons batin dan strategi visual yang sangat beragam.
Pameran ini diselenggarakan di Hybridium, Jalan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, dari tanggal 26 September hingga 26 Oktober 2025. Judul pameran ini, "Ngalanglayung", menggambarkan keadaan melayang, antara hadir dan lenyap, serta antara menapak dan kehilangan pijakan. Dalam bahasa sehari-hari, kata itu merujuk pada momentum ketidakpastian ketika seseorang berada di ruang tak pasti, ambigu, dan cair.
Kurator Galih Hermawan menjelaskan bahwa kata "ngalanglayung" dipilih sebagai judul pameran karena daya puitisnya dan kemampuannya untuk menangkap kondisi generasi seniman muda yang lahir di akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Generasi ini tumbuh di tengah dunia digital dan kini masih mencari pijakan di medan seni rupa kontemporer.
"Generasi ini adalah generasi digital-native. Sejak kecil, layar sudah menjadi bagian dari keseharian lewat televisi, komputer, lalu internet, media sosial, gim, meme, dan realitas buatan yang disajikan dalam bentuk 3D atau CGI. Semua ini membentuk cara pandang, bahasa, bahkan emosi," ujar Galih.
Realitas bagi mereka tidak lagi linear, tapi fragmentaris, penuh potongan, cepat, dan mudah berpindah. Namun, di balik kecepatan dan keriuhan itu, ada kegelisahan batin yang dalam dan tidak selalu tersampaikan dalam bahasa sehari-hari.
"Pameran ini mencoba menghadirkan potret kegelisahan itu melalui enam suara berbeda. Mereka lahir pada waktu yang sama, tapi menempuh jalannya masing-masing," tambah Galih.
Medium dan Pendekatan Seniman yang Beragam
Empat seniman memilih medium lukisan. Ada yang menumpuk teks, ikon, dan fragmen visual, menciptakan bidang yang riuh seperti potongan majalah, meme, dan jargon digital yang saling berbenturan. Seorang seniman lainnya menekankan tubuh dan bentuk biomorfik, menghadirkan kesan organik yang rapuh dan penuh ketidakpastian.
Ada juga yang memilih jalan minimal, dengan teks singkat di atas bidang polos. Namun, di balik kesederhanaan itu tersimpan pergolakan batin yang tak pernah selesai. Di sisi lain, satu pelukis mengekspresikan dirinya dengan coretan ekspresif dan sapuan penuh energi yang diselipkan kata-kata sisa dari dunia internet. Hal ini seakan ledakan dari ruang maya yang menumpuk di batin.
Medium lain memperluas lanskap pameran. Seorang seniman menampilkan karya resin, kaca, dan ornamentasi kitsch yang mengingatkan pada fragmen ingatan sekaligus dekorasi sehari-hari. Sementara itu, video dengan figur surreal, yaitu tentara bertopeng babi, absurd sekaligus satir dengan menggunakan bahasa gim dan simulasi untuk menyindir realitas politik dan sosial.
Menurut Galih, karya ini menunjukkan bagaimana dunia digital tidak lagi sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk mencerminkan absurditas dunia nyata.
Ruang Refleksi dan Eksplorasi
Pameran "Ngalanglayung: The Unrest Within" bukan hanya sebagai peristiwa visual, tapi sebagai dokumentasi generasi. Pameran merekam bagaimana seniman kelahiran 1997-2001 menanggapi dunia yang fragmentaris, penuh noise, tetapi menyimpan ruang refleksi personal.
Galih menunjukkan bagaimana dunia digital tidak sepenuhnya menelan kepekaan, justru membuka jalan bagi eksplorasi bentuk, medium, dan suara berbeda. Pameran ini bukan jawaban final, melainkan catatan awal. Generasi ini hidup dengan kegelisahan, dan energi kreatif mereka bertumbuh. Kata 'ngalanglayung' adalah judul fleksibel, bisa ditarik ke banyak arah, tetapi intinya selalu sama, yakni berada dalam kondisi melayang. Dari melanglayung itu, lahirlah kegelisahan, pencarian, dan percobaan yang belum tentu selesai.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar