NTB pindah ke energi hijau, tinggalkan pertambangan

NTB pindah ke energi hijau, tinggalkan pertambangan

Strategi Pemprov NTB dalam Mengembangkan Tiga Sektor Unggulan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang melakukan pergeseran strategis dalam mengelola investasi. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan dan beralih fokus ke tiga sektor unggulan, yaitu pariwisata, pertanian, serta energi terbarukan. Tujuannya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Visi Gubernur NTB

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, menjelaskan bahwa langkah strategis ini selaras dengan visi yang dicanangkan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. "Ini sesuai dengan yang dicanangkan Bapak Gubernur," ujarnya saat diwawancarai.

Tiga sektor prioritas ini juga menjadi pilar kerja sama pengembangan antara NTB dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Misalnya, dalam bidang energi terbarukan, Gubernur Iqbal mencanangkan NTB bersama NTT sebagai produsen energi untuk Bali yang saat ini masih di suplay dari Jawa. Hal ini tentunya akan menarik investor untuk datang ke NTB.

Potensi Energi Terbarukan

NTB memiliki berbagai potensi energi terbarukan yang sangat besar. Di antaranya adalah 77 bendungan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Selain itu, ada potensi penggunaan panel surya floating yang mampu menghasilkan ribuan mega watt listrik. Belum lagi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) darat, geothermal hingga mikrohidro.

Investasi di sektor energi terbarukan ini diharapkan bisa menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, pengembangan energi terbarukan juga akan membantu menjaga lingkungan dan memenuhi target nasional terkait pengurangan emisi karbon.

Pengembangan Sektor Pariwisata

Di bidang pariwisata, NTB sudah membuka sejumlah rute penerbangan baru seperti Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, Malang dan Banyuwangi serta beberapa penerbangan internasional. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan aksesibilitas wisatawan ke NTB.

Ke depan, pemerintah berencana untuk menghadirkan seaplane atau pesawat air dari Bandara Lombok ke beberapa destinasi lainnya. Selain itu, pembangunan dua pelabuhan kapal cepat juga akan dilakukan sebagai langkah untuk memajukan pariwisata melalui peningkatan konektivitas.

Harapan besar diarahkan agar langkah-langkah ini bisa mendongkrak ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata yang memiliki potensi besar.

Peran Sektor Pertanian

Di sektor pertanian, NTB telah menjadi lumbung pangan nasional. Investasi di bidang ini diharapkan mampu menjaga kedaulatan pangan kedepannya. Saat ini, kata Irnadi, investasi di NTB masih didominasi oleh penanaman modal asing (PMA), namun tidak jauh berbeda dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Dengan fokus pada sektor pertanian, NTB bisa memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan stabil, serta meningkatkan kesejahteraan petani setempat.

Kesimpulan

Dengan fokus pada tiga sektor unggulan tersebut, Pemprov NTB berupaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan adil. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya tarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan potensi sumber daya alam yang berlimpah dan strategi pengembangan yang tepat, NTB siap menjadi provinsi yang berkembang secara harmonis dan berkelanjutan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan