
Warga Dusun Bogem Digegerkan dengan Kejadian yang Melibatkan ODGJ
Warga Dusun Bogem, Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, dihebohkan oleh kejadian yang melibatkan seorang pria berinisial AS, 41 tahun. Pria ini diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan melakukan tindakan yang menimbulkan rasa takut dan keresahan di kalangan masyarakat.
AS terlibat dalam aksi mengamuk di rumahnya sambil memegang senjata tajam berupa celurit. Aksi tersebut membuat warga sekitar panik dan langsung memanggil petugas gabungan untuk mengevakuasi pria tersebut.
Humas Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Yoli Wisnu, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan tentang kejadian ODGJ yang mengamuk dengan membawa sajam di kawasan Balongbendo pada Sabtu (25/10).
“Benar, kemarin petugas gabungan mendapat laporan evakuasi ODGJ yang membawa sajam. Kami segera berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinsos, dan Satpol PP,” ujar Yoli.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas gabungan terbilang alot. AD terus mengayunkan celurit setiap kali petugas mencoba mendekat. Proses evakuasi memakan waktu sekitar tiga setengah jam. Petugas harus ekstra hati-hati karena yang bersangkutan terus melakukan perlawanan dengan mengayunkan sajam.
Di sisi lain, Plt Kepala UPT PP Rehsos Dinas Sosial Sidoarjo, Kristian Yudi Arianto, menjelaskan bahwa pihaknya sempat mencoba melakukan pendekatan persuasif kepada AS. Namun upaya tersebut tidak berhasil. AS tetap bertahan di kamarnya, sehingga petugas gabungan berupaya menenangkannya agar mau keluar baik-baik.
Namun, setiap kali petugas mendekat, AS mengayunkan celurit hingga dua petugas terluka. “Salah satu petugas bahkan terkena sabetan di punggung dan saya sendiri juga sempat terkena goresan. Kami bersyukur proses evakuasi bisa diselesaikan, AS akhirnya berhasil keluar dari kamarnya,” tutur Kristian.
Setelah diamankan, AS langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Anwar Medika, Balongbendo untuk mendapat perawatan awal. Selanjutnya, pria tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.
Proses Evakuasi yang Memakan Waktu
Proses evakuasi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh petugas gabungan dalam menangani situasi seperti ini. Tidak hanya membutuhkan kesabaran dan ketenangan, tetapi juga kesiapan untuk menghadapi tindakan yang tidak terduga dari ODGJ.
Petugas gabungan terdiri dari personel TNI-Polri, BPBD, Damkar Pos Krian, Dinsos, dan Satpol PP. Mereka bekerja sama untuk memastikan keselamatan seluruh pihak terlibat. Meskipun ada risiko cedera, mereka tetap berusaha menyelesaikan proses evakuasi secara aman dan efektif.
Upaya Penanganan yang Dilakukan
Selain itu, upaya penanganan yang dilakukan oleh Dinas Sosial juga sangat penting. Mereka mencoba pendekatan persuasif sebelum akhirnya memutuskan tindakan lebih keras. Hal ini menunjukkan bahwa pihak terkait berusaha menghindari konflik yang lebih besar.
Kristian Yudi Arianto menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan mental. Dengan adanya kejadian seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya layanan kesehatan jiwa yang memadai.
Kesimpulan
Kejadian di Dusun Bogem menjadi peringatan bahwa gangguan jiwa dapat terjadi kapan saja dan memerlukan penanganan yang tepat. Dengan kolaborasi antara petugas gabungan dan lembaga terkait, diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar