OJK optimistis stabilitas keuangan Indonesia masih terjaga untuk hadapi prospek perekonomian di 2026

OJK optimistis stabilitas keuangan Indonesia masih terjaga untuk hadapi prospek perekonomian di 2026
Ringkasan Berita:
  • OJK menilai stabilitas keuangan Indonesia tetap terjaga; IHSG naik 22,13 persen yoy, investor asing net buy Rp12,24 triliun.
  • Perbankan kuat dengan kredit +7,74 % , CAR 26,05 % , NPL 2,51 % .
  • OJK cabut izin 1 BPR, blokir 31 ribu rekening judi online, perketat EDD.
  • Satgas PASTI hentikan ribuan pinjol & investasi ilegal, blokir nomor penagih, tindak laporan penipuan.
 

aiotrade| SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bila stabilitas sektor keuangan Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global yang kompleks.

"Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi global yang melandai, pasar keuangan Indonesia, tercatat IHSG (Indek Harga Saham Gabungan) naik 22,13 persen year on year (yoy) dengan dengan rekor ATH 24 kali," kata M Ismail Riyadi, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, Jumat (9/1/2026).

Hal tersebut juga telah disampaikan dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK pada akhir Desember 2025 lalu, yang menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.

Kemudian investor asing net buy Rp12,24 triliun di Desember 2025, dan Yield SBN (Surat Berharga Negara) yang turun 80,91 bps yoy.

Dari sisi perbankan, Ismail menyebutkan bila kredit tumbuh 7,74 persen (yoy), DPK (Dana Pihak Ketiga) tumbuh 12,03 persen (yoy) dan NPL (Non Performing Loan) gross 2,51 persen dan CAR (Capital Adequacy Ratio) mencapai 26,05 persen.

"Ketahanan perbankan tetap kuat tercermin dari permodalan (CAR) yang berada di level tinggi sebesar 26,05 persen (Okt-25: 26,38  persen), sehingga dapat menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global," jelas Ismail.

Dalam rangka penegakan ketentuan dan pelindungan konsumen di bidang Perbankan, OJK telah mencabut izin usaha PT BPR Bumi Pendawa Raharja di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, terhitung sejak 15 Desember 2025.

Selanjutnya, terkait dengan pemberantasan judi online yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta Bank untuk melakukan pemblokiran terhadap ±31.382 rekening (prev: ±30.392 rekening).

Dari data yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, OJK melakukan pengembangan atas laporan tersebut dengan meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan Nomor Identitas Kependudukan serta melakukan Enhance Due Diligence (EDD).​

"Kinerja Industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) secara umum tetap stabil dan terjaga, ditopang oleh tingkat solvabilitas agregat yang tinggi. Sejalan dengan kondisi tersebut, OJK terus mendorong optimalisasi peran serta peningkatan kinerja industri PPDP, dengan tetap memperkuat ketahanan sektor PPDP dalam menghadapi dinamika perekonomian global dan domestik," ungkap Ismail.

Untuk industri asuransi, per November 2025 aset industri mencapai Rp1.194,06 triliun atau naik 5,96 persen yoy.

Dari sisi asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp971,22 triliun atau mencatat pertumbuhan 7,49 persen yoy.

Dalam rangka pelindungan masyarakat melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) pada periode Januari sampai dengan 31 Desember 2025, OJK telah menemukan dan menghentikan 2.263 entitas pinjaman online ilegal dan 354 penawaran investasi ilegal di sejumlah situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Menemukan nomor kontak pihak penagih (debt collector) pinjaman online ilegal dan telah mengajukan pemblokiran terhadap 2.422 nomor kontak kepada Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

Selain itu, Satgas PASTI memonitor laporan penipuan di IASC dan per 30 November 2025 menemukan sebanyak 61.341 nomor telepon yang dilaporkan oleh korban penipuan.

"Menindaklanjuti hal tersebut, Satgas PASTI telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI untuk memblokir nomor dimaksud," pungkas Ismail.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan