Pajak Tidak Capai Target, Ekonomi Lesu

Penerimaan Pajak Tahun Ini Di Bawah Target APBN

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan pajak tahun ini dipastikan berada di bawah target yang telah ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Meskipun demikian, Kementerian Keuangan belum dapat menyampaikan angka lengkapnya. Informasi tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan pekan depan.

"Pajak, seperti yang Anda lihat sebelum-sebelumnya, berada di bawah target yang di APBN," ujar Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Penerimaan Pajak Terdampak Pelemahan Ekonomi


Purbaya menjelaskan, capaian penerimaan pajak yang belum sesuai target tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang melemah. Hal ini berdampak langsung pada basis penerimaan pajak.

"Jadi, kita nggak memungkiri itu kan karena ekonominya jelek berapa bulan sebelumnya, 9 bulan pertama tahun ini," ujarnya.

Pemerintah Tunda Sejumlah Penarikan Pajak


Kemenkeu menunda sejumlah upaya penarikan pajak hingga kondisi ekonomi dinilai membaik. Menurutnya, memaksakan penarikan pajak saat ekonomi masih lemah justru berisiko tidak efektif dan berpotensi memperberat pemulihan.

"Ada beberapa upaya penarikan pajak yang saya tunda sampai ekonominya bagus," ujar Purbaya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari pendekatan fiskal yang bersifat counter-cyclical, di mana pemerintah berupaya tidak membebani perekonomian secara berlebihan agar proses pemulihan yang mulai berjalan dapat berlanjut.

Optimisme Purbaya terhadap Pergerakan Ekonomi Awal 2026


Purbaya optimistis pergerakan ekonomi akan terlihat lebih jelas pada akhir kuartal I-2026. Dia meyakini, dengan kondisi yang mulai membaik, aktivitas ekonomi nasional akan bergerak ke arah yang semakin cepat seiring berjalannya waktu.

"Ini saya yakin akhir triwulan pertama tahun depan sudah akan lebih terlihat dengan lebih jelas bahwa ekonomi kita memang bergerak ke arah yang semakin cepat," kata dia.

Berita Terkait

Purbaya Gerah Lihat Negara Tekor akibat Restitusi Pajak Batu Bara
Cek Fakta: Langganan ChatGPT juga Dipungut Pajak?
Jelang Tutup Tahun, Penerimaan Pajak Kontraksi 3,31 Persen

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan