Pariwisata Tambah 4,9% ke PDB, Menpar Fokus pada Wisata Olahraga


Pengembangan sport tourism menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dilakukan mengingat sektor pariwisata masih menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Menurut data sementara dari Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB mencapai 3,96% pada kuartal I hingga kuartal III 2025. Sementara itu, perhitungan Office of Chief Economist Bank Mandiri memperkirakan angka tersebut meningkat menjadi 4,9% pada semester I 2025.

Sport tourism dinilai memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa Indonesia memiliki berbagai fasilitas olahraga ikonik yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Hal ini menjadi modal penting dalam pengembangan destinasi sport tourism.

Menurutnya, tren global menunjukkan bahwa wisata olahraga sangat diminati. Data dari Expedia mencatat bahwa 44% wisatawan rela bepergian ke luar negeri untuk menghadiri acara olahraga, dengan rata-rata pengeluaran sebesar 1.500 dolar AS per kunjungan. Selain itu, UN Tourism melaporkan bahwa sport tourism menyumbang 10% dari total belanja wisata global pada 2023 dan diperkirakan tumbuh hingga 17,5% pada 2030.

Salah satu cabang olahraga yang paling potensial adalah sepak bola. Survei Expedia 2025 menunjukkan bahwa 36% wisatawan olahraga melakukan perjalanan untuk menonton pertandingan sepak bola. Contoh nyata dari pengembangan sport tourism bisa dilihat di negara seperti Inggris, di mana Anfield Stadium di Liverpool mampu menarik hampir 400 ribu wisatawan pada 2024 melalui tur stadion dan museum klub.

Di Indonesia, upaya serupa sedang dilakukan, termasuk pengembangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebagai destinasi sport tourism. Kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung, DPRD Jawa Barat, dan World Bank telah dimulai untuk mewujudkan proyek ini.

Selain fasilitas olahraga, peluang sport tourism juga datang dari meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Survei Nielsen 2025 menunjukkan bahwa 86% masyarakat Indonesia lebih proaktif menjaga kesehatan, menciptakan pasar besar untuk event-event seperti lari, sepeda, triathlon, yoga, hingga festival wellness.

Beberapa event telah memberikan dampak nyata, misalnya Pocari Sweat Run di Mandalika yang menarik 9.000 peserta, dengan 70% di antaranya berasal dari luar Lombok. Event ini menciptakan dampak ekonomi sebesar Rp 85,5 miliar.

Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk mengemas sport tourism menjadi daya tarik wisata berkualitas sepanjang tahun. Dengan kolaborasi yang kuat dan strategi yang tepat, diharapkan sport tourism dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Potensi Sport Tourism di Indonesia

  • Fasilitas olahraga ikonik yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi modal besar.
  • Tren global menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap acara olahraga.
  • Sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling diminati.
  • Kenaikan jumlah wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara, berdampak positif terhadap perekonomian.
  • Minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat menciptakan peluang baru untuk event olahraga.

Contoh Sukses Pengembangan Sport Tourism

  • Anfield Stadium di Liverpool mampu menarik hampir 400 ribu wisatawan pada 2024.
  • Pocari Sweat Run di Mandalika menciptakan dampak ekonomi sebesar Rp 85,5 miliar.
  • Pengembangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api melibatkan pemerintah dan lembaga internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan