
aiotrade.app.CO.ID – JAKARTA
Kondisi Pasokan Gas untuk Industri Petrokimia dan Plastik Kembali Normal
Pasokan gas yang digunakan oleh sektor industri petrokimia dan plastik kini mulai kembali stabil setelah sempat terganggu akibat insiden ledakan di Stasiun Pengukuran Subang Citarik milik Pertamina pada awal Agustus lalu. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Indonesia Olefin, Aromatic and Plastic Industry Association (Inaplas), Fajar Budiono.
Fajar menjelaskan bahwa pasokan gas ke sektor industri tersebut sudah kembali lancar sejak pertengahan September 2025. Meski demikian, ia menekankan bahwa kuota Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) masih belum mengalami peningkatan dan tetap dibatasi. Sementara itu, pasokan gas non-HGBT sudah kembali normal.
“Sekarang sudah mulai kembali ke normal. Cuma untuk yang kuota HGBT masih belum naik, masih dibatasi. Yang non-HGBT sudah normal,” ujarnya kepada aiotrade.app, Minggu (26/10/2025).
Pembatasan pasokan gas terjadi sejak pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2025. Namun, industri petrokimia dan plastik tidak mengalami gangguan besar karena permintaan pasar sedang melambat akibat banjir produk impor.
Fajar mengungkapkan bahwa selama masa pembatasan, utilitas pabrik sempat dikurangi antara 5% hingga 10% untuk menghadapi gangguan pasokan. Kini, produksi telah kembali cenderung normal.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini kondisi pasokan gas masih aman. Namun, Inaplas berharap pemerintah dapat meningkatkan kuota gas berharga khusus (HGBT) untuk industri agar beban biaya energi tidak meningkat.
“Mudah-mudahan kuota HGBT bisa naik, karena kalau sampai impor CNG (Compressed Natural Gas) terjadi, harganya bisa di atas US$ 14 per MMBTU. Itu berat sekali buat industri,” tambahnya.
Perlindungan Industri Lokal dari Barang Impor Ilegal
Selain masalah pasokan gas, Fajar juga menyampaikan pentingnya perlindungan terhadap pelaku industri dalam negeri, khususnya UMKM yang legal, dari serbuan barang impor ilegal yang dinilai mengancam kinerja industri plastik lokal.
Harapan Fajar adalah daya beli masyarakat akan meningkat di akhir tahun dan bisa dipenuhi oleh produk dalam negeri. Dengan kondisi pasokan gas yang telah pulih, pelaku industri berharap tidak ada lagi gangguan distribusi di sisi hulu.
“Jangan sampai produksi terganggu karena pasokan gas,” tegas Fajar.
Dampak Insiden Ledakan di Stasiun Pengukuran Subang
Insiden ledakan di Stasiun Pengukuran Subang milik Pertamina terjadi pada 5 Agustus 2025 lalu, yang berdampak pada sistem penyaluran gas dari hulu Pertamina ke Mother Station Migas Hilir Jabar.
Menurut Komisaris MRJ Surya Yudi Wirman, dalam keterangannya pada 13 Agustus lalu, periode pembatasan pasokan dimulai sejak 6 Agustus 2025 sampai pemberitahuan lebih lanjut.
PT Migas Hilir Jabar (MRJ), salah satu perusahaan penyalur compressed natural gas (CNG), turut membatasi alur dan pasokan gas kepada pelanggannya.
aiotrade.app mencoba memperbarui informasi pasokan gas MRJ, sayangnya sampai berita ini ditayangkan perusahaan belum merespons permintaan aiotrade.app.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar