Pasutri Muda Tewas di Penginapan Akibat Gas CO, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Pasutri Muda Tewas di Penginapan Akibat Gas CO, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Peristiwa Tragis Pasangan Muda Saat Bulan Madu di Penginapan

Di tengah momen bahagia bulan madu, pasangan suami istri muda mengalami kejadian tragis yang menyedot perhatian masyarakat. Keduanya, Cindy (28) dan Gilang (28), terjebak dalam insiden keracunan gas karbon monoksida (CO) saat berada di penginapan sekitar Danau Diateh, Solok, Sumatra Barat.

Korban, Cindy, meninggal dunia akibat dampak dari gas CO tersebut, sementara suaminya, Gilang, mengalami kondisi kritis. Diduga, gas beracun ini berasal dari water heater yang ada di dalam kamar mandi. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang bahaya gas CO dan bagaimana cara mencegahnya.

Bahaya Gas Karbon Monoksida

Gas karbon monoksida (CO) adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa. Hal ini membuatnya sangat berbahaya karena sulit dideteksi oleh manusia. Menurut Praktisi Kesehatan Masyarakat, Dokter Ngabila Salama, gas ini bisa mematikan dalam hitungan menit jika terhirup dalam jumlah besar.

"Jika konsentrasinya sangat tinggi di atas 1.000, dia bisa pingsan dalam 2 menit dan akan meninggal dalam waktu 4 menit," jelasnya.

Sementara itu, jika konsentrasi CO berada pada level sedang antara 400-800, maka orang yang menghirupnya bisa pingsan dalam 10 menit dan meninggal dalam waktu 20 sampai 30 menit. Jika konsentrasinya rendah tetapi terpapar dalam jangka panjang, gejala seperti lemah, letih, dan lesu bisa muncul secara bertahap.

Bagaimana Gas CO Bekerja di Tubuh?

Gas CO dapat berkompetisi dengan oksigen dalam tubuh. Hemoglobin dalam darah lebih mudah mengikat CO dibandingkan oksigen. Akibatnya, ketika seseorang menghirup CO, gas ini langsung masuk ke dalam paru-paru dan kemudian menyebar ke pembuluh darah.

"CO diikat oleh hemoglobin dan masuk ke dalam otak sehingga gejala yang muncul bisa kebingungan, disorientasi, penurunan kesadaran, henti jantung, henti napas dan akhirnya meninggal ya," imbuh Dokter Ngabila.

Dalam waktu 5-10 menit, seseorang bisa mengalami kematian akibat paparan gas CO yang cukup tinggi.

Tips Pencegahan Keracunan Gas CO

Untuk menghindari kejadian serupa, Dokter Ngabila memberikan beberapa tips pencegahan:

  • Hindari tempat-tempat tertutup yang berpotensi meningkatkan akumulasi gas CO, seperti di dalam mobil atau water heater yang berada di dalam kamar mandi.
  • Saat menolong korban, pastikan ventilasi udara baik dan akses dari pintu maupun jendela tersedia.
  • Segera lakukan basic life support dengan memberikan napas dan pijatan jantung jika terjadi henti jantung.
  • Segera hubungi ambulans untuk tata laksana lebih lanjut.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan