
Masalah Pemadaman Listrik yang Berkepanjangan di Kecamatan Riung Barat
Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama hampir tiga hari berturut-turut menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Masyarakat setempat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari akibat tidak adanya pasokan listrik yang stabil.
Keprihatinan dari Anggota DPRD Ngada
Ketua Fraksi Amanat–Demokrat (APN) DPRD Ngada, Yohanes Donbosko Ponong, menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi yang dialami warga Riung Barat. Ia menekankan bahwa pemadaman listrik yang terus-menerus telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi dan industri lokal.
“Saya meminta kepada pihak PLN Bajawa agar segera menemukan solusi atas permasalahan jaringan listrik ke wilayah Riung Barat yang mengakibatkan hingga saat ini listrik terus padam. Kondisi ini jelas menghambat aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Bosko melalui sambungan telepon selulernya.
Ia juga menyoroti berbagai kendala klasik seperti pohon tumbang atau faktor-faktor lain yang seharusnya sudah bisa diantisipasi oleh PLN. Ia berharap pihak PLN dapat lebih proaktif dalam menjaga kualitas layanan.
Kepuasan Pelanggan sebagai Prioritas Utama
Bosko menegaskan bahwa orientasi utama dari PLN harus berfokus pada kepuasan pelanggan. Namun, ia merasa bahwa hal tersebut belum sepenuhnya tercapai karena ketidakstabilan pasokan listrik.
“Sejatinya orientasi pelayanan PLN harus mewujudkan kepuasan pelanggan. Tetapi kalau satu hari terang dan satu minggu padam, di mana spirit kepuasan pelanggan itu? Yang tersisa hanya kekecewaan masyarakat,” katanya.
Keluhan dari Warga Setempat
Warga Desa Wolomeze, Kecamatan Riung Barat, juga menyampaikan keluhan serupa. Salah satu warga, Dominikus Savio, mengatakan bahwa hampir seluruh desa di wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik selama hampir tiga hari.
“Hingga saat ini kami tidak tahu penyebab listrik terus padam. Padahal iuran bulanan kami selalu lancar. Karena itu kami menghubungi Pak Bosko sebagai wakil rakyat untuk menyampaikan keluhan ini,” ujarnya dengan nada kecewa.
Harapan Masyarakat
Masyarakat Riung Barat berharap pihak PLN Bajawa dapat segera mengambil langkah cepat dan konkret agar aliran listrik kembali normal. Dengan kembalinya pasokan listrik, aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa.
Solusi yang Diharapkan
Beberapa solusi yang diharapkan antara lain: * Pemeliharaan jaringan listrik secara rutin untuk mencegah kerusakan yang terjadi. * Penanganan darurat jika terjadi gangguan di luar kendali, seperti cuaca buruk. * Komunikasi yang lebih baik antara PLN dengan masyarakat untuk memberikan informasi terkini tentang status pasokan listrik.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat dari layanan listrik yang lebih andal dan stabil.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar