Pemerintah disarankan lakukan ini saat harga beras naik

PENELITI Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan pemerintah mengubah mekanisme distribusi cadangan beras nasional untuk meredam kenaikan harga beras. “Caranya adalah operasi pasar yang masif ke kalangan menengah bawah dan mengubah kemasan berasnya,” katanya saat dihubungi pada Jumat, 9 Januari 2025.

Soal mahalnya harga beras, Eliza berpendapat kenaikan harga komoditas pangan itu tidak lain disebabkan oleh kenaikan ongkos produksi. Ia juga tidak heran harga beras mahal karena kini pemerintah telah menaikkan harga jual gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram. Hal ini secara otomatis mengerek naik harga beras di tingkat konsumsi dan membebani masyarakat kelas menengah bawah.

Meski begitu, kenaikan harga gabah sebenarnya membawa kesejahteraan bagi petani dan terlihat dari peningkatan nilai tukar petani (NTP). Oleh sebab itu, Eliza mendorong pemerintah menggelontorkan stok beras nasional untuk menekan harga beras.

Setidaknya ada dua faktor yang memengaruhi distribusi beras SPHP yakni kemasan dan pola distribusi. Menurut Eliza, pemerintah semestinya mengubah bobot kemasan beras program stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) dari yang semula berukuran 5 kilogram.

Ia berpendapat, kalangan masyarakat kelas menengah bawah yang merupakan sasaran beras SPHP umumnya membeli beras ukuran satu hingga dua kilogram di warung supaya harga lebih terjangkau. Sebab, mereka pada umumnya merupakan pekerja informal yang menerima upah harian.

Selain perubahan kemasan, pemerintah perlu menyajikan pola distribusi yang efisien. Selama ini beras SPHP didistribusikan melalui pasar induk, padahal, sasaran utama program ini merupakan kelas menengah bawah yang utamanya berbelanja di warung sekitar rumah.

Agar distribusi semakin efektif dan efisien, Eliza menyarankan pemerintah menggunakan mobil keliling yang mengangkut bahan pangan murah. Sebelum mendistribusikannya, pemerintah bisa menentukan titik yang menjadi lokasi operasi pasar menggunakan data kemiskinan.

Adapun per hari ini, Badan Pangan Nasional mencatat harga rata-rata beras medium dan premium di tingkat konsumen secara nasional berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Harga beras premium misalnya, yang pada hari ini tercatat Rp 15.528 per kilogram, sementara HET beras premium di kisaran Rp 14.900-15.800 per kilogram. Adapun harga beras medium tercatat Rp 13.541 per kilogram, sedangkan HET beras medium di kisaran Rp 13.500-15.500 per kilogram.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan