Pemerintah siapkan skema dekarbonisasi industri tanpa biaya tinggi

Konsep GISCO untuk Mendukung Dekarbonisasi Industri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan skema Green Industry Service Company (GISCO) sebagai solusi pembiayaan dan implementasi dekarbonisasi industri tanpa biaya awal dari perusahaan. Skema ini dirancang untuk membantu sektor industri dalam mengurangi emisi karbon dengan pendekatan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Tantangan dalam Percepatan Dekarbonisasi

Menurut Ketua Tim Dekarbonisasi Pusat Industri Hijau Kemenperin, Sri Gadis Pari Bekti, salah satu tantangan utama dalam percepatan dekarbonisasi industri adalah keterbatasan fasilitasi, insentif, dan pendanaan. Dalam upaya mempercepat proses ini, pemerintah bersama mitra terkait akan memberikan berbagai bentuk insentif, baik fiskal maupun non-fiskal, serta bantuan pendanaan melalui konsep GISCO.

“Konsepnya adalah perusahaan industri tidak keluar biaya sedikit pun. Jadi nanti dari hasil cost efficiency yang diperoleh industri itu yang akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman tersebut,” jelas Sri Gadis.

Keuntungan GISCO bagi Industri

Skema GISCO dirancang agar dekarbonisasi tidak menurunkan daya saing industri nasional. Justru sebaliknya, efisiensi energi dan biaya operasional yang dihasilkan dari penerapan teknologi hijau diharapkan dapat meningkatkan kinerja industri dalam jangka panjang.

Saat ini, Kemenperin masih mempersiapkan implementasi GISCO karena skema tersebut juga akan terintegrasi dalam pembiayaan internasional maupun nasional, termasuk yang masuk dalam skema pinjaman IBA. Dalam konsep GISCO, ada penyedia teknologinya, juga ada penjaminnya. Sehingga perusahaan industri bisa memperoleh bantuan pembiayaan tanpa mengeluarkan biaya yang berat dan daya saingnya tidak menurun.

Struktur dan Model Bisnis GISCO

Berdasarkan konsep yang dikembangkan, GISCO merupakan perusahaan jasa industri hijau yang memadukan penyediaan teknologi, implementasi, operasi dan pemeliharaan, pembiayaan, hingga pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV).

Skema ini memungkinkan penghematan biaya sekaligus penurunan emisi melalui berbagai model bisnis, seperti:

  • Guaranteed Savings: Model ini menawarkan jaminan penghematan biaya berdasarkan performa teknologi yang diterapkan.
  • Shared Savings: Model ini membagi keuntungan penghematan antara perusahaan dan penyedia layanan.
  • Leasing Model: Perusahaan dapat menggunakan teknologi hijau melalui sistem sewa tanpa harus melakukan investasi besar di awal.
  • Efficiency-as-a-Service: Model ini menyediakan layanan efisiensi energi secara berkelanjutan, di mana perusahaan hanya membayar sesuai dengan hasil yang dicapai.

Langkah Selanjutnya

Implementasi GISCO masih dalam tahap persiapan. Pemerintah dan mitra terkait sedang menyiapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk memastikan skema ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi sektor industri.

Dengan adanya GISCO, diharapkan sektor industri Indonesia mampu bertransformasi menuju model yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan daya saing. Hal ini menjadi langkah penting dalam mendukung tujuan nasional dan global untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan