Pemkab Muba Fokus Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Pemkab Muba Fokus Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Bertanam di Kabupaten Musi Banyuasin

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) meluncurkan program baru yang dinamakan Galak Ngerjut. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi keluarga melalui kegiatan bertanam. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Galak Ngerjut fokus pada pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya hortikultura bernilai ekonomi. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga. Metode tanam yang digunakan dalam program ini sangat adaptif terhadap keterbatasan lahan, termasuk teknik hidroponik. Komoditas yang ditanam mencakup sayuran, buah-buahan, dan tanaman lain yang memiliki nilai jual tinggi.

Bupati Muba HM Toha Tohet menjelaskan bahwa program ini dirancang agar bantuan ekonomi yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi lebih mengedepankan produktivitas jangka panjang. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam, sehingga kebutuhan pangan terpenuhi dan ada peluang tambahan penghasilan.

"Ini merupakan suatu yang sangat baik. Hasil panen tidak hanya untuk konsumsi saja, bisa juga diolah untuk dijual kembali untuk menambah penghasilan," ujarnya.

Selain fokus pada sektor ekonomi, Pemkab Muba juga memperkuat akses pendidikan melalui kebijakan seragam sekolah gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Hal ini dilakukan karena masih banyak anak-anak yang kesulitan memenuhi perlengkapan sekolah. Pemerintah hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan anak berhenti sekolah.

Pada tahun 2025, Pemkab Muba menyalurkan 15.005 stel seragam sekolah, terdiri dari 7.863 siswa SD dan 7.142 siswa SMP se-Kabupaten Musi Banyuasin. Untuk Kecamatan Lais, bantuan yang disalurkan berjumlah 492 stel seragam SD dan 507 stel seragam SMP.

Program penguatan ekonomi keluarga dan pendidikan ini diharapkan mampu berjalan berkelanjutan serta memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa. Dengan adanya Galak Ngerjut, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dan mampu meningkatkan kualitas hidup mereka.

Berbagai Inisiatif Pemerintah Daerah

  • Gerakan Bertani untuk Peningkatan Ekonomi: Program Galak Ngerjut memberikan peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan terbatas dengan metode tanam modern seperti hidroponik.
  • Peningkatan Ketahanan Pangan: Dengan budidaya hortikultura, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri dan bahkan menjual hasil panen untuk tambahan penghasilan.
  • Akses Pendidikan yang Lebih Baik: Penyaluran seragam sekolah gratis membantu meringankan beban keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
  • Kesiapan untuk Keberlanjutan: Pemkab Muba menargetkan program ini berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Komentar dari Bupati

Bupati Muba HM Toha Tohet menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan sementara, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat secara mandiri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan luar, tetapi mampu mengembangkan potensi mereka sendiri.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam program ini. "Kami ingin bantuan yang diberikan benar-benar berdampak. Masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam, sehingga kebutuhan pangan terpenuhi dan ada peluang tambahan penghasilan," ujarnya.

Dengan adanya Galak Ngerjut, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dan mampu meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan