Pemkab Sumedang Tanggung Biaya Pengobatan Bocah 7 Tahun Tanpa Anus

Pemkab Sumedang Tanggung Biaya Pengobatan Bocah 7 Tahun Tanpa Anus

Kasus Anak Tanpa Lubang Anus di Sumedang Dapat Bantuan dari Pemerintah Daerah

Alif Nur Cahya, seorang anak berusia 7 tahun, lahir dengan kondisi langka yaitu tidak memiliki lubang anus. Ia adalah putra dari pasangan Erni Supriyatin (37 tahun) dan Hari Eka Purnama (32 tahun), yang tinggal di RT 03/02 Dusun/Desa/ Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang. Kondisi kesehatannya telah menjadi perhatian pemerintah setempat, dan kini Alif sedang dalam proses pengobatan yang didanai oleh BPJS Kesehatan.

Kondisi medis Alif dikenal sebagai atresia ani kongenital atau kelainan bawaan yang membuatnya tidak memiliki lubang anus. Setelah dilahirkan di salah satu rumah sakit swasta di Bandung pada tahun 2018, Alif mengalami kesulitan untuk buang air besar. Karena alasan biaya, keluarganya memutuskan membawanya pulang ke rumah. Namun, setelah beberapa hari, perut Alif mulai membesar, dan ia sering muntah setelah minum ASI.

Selama empat hari, keluarga Alif mencoba mengunjungi delapan rumah sakit, tetapi semua menyatakan bahwa operasi diperlukan. Akhirnya, pada hari keempat, ada pihak ketiga yang membantu keluarga Alif, sehingga operasi bisa dilakukan di sebuah rumah sakit swasta. Setelah operasi kolostomi, Alif harus menjalani pemantauan rutin di rumah sakit hingga tahun 2023.

Pada tahun 2023, Alif kembali ke Situraja bersama orang tuanya. Sejak saat itu hingga 17 Oktober 2025, Alif belum pernah melakukan kontrol kesehatan karena terkendala biaya. Keluarga tidak mampu menanggung biaya pengobatan ke rumah sakit di Bandung.

Menanggapi hal ini, Pemkab Sumedang segera bertindak. Petugas kesehatan dari Puskesmas Situraja melakukan kunjungan ke rumah Alif pada Jumat, 17 Oktober 2025. Selanjutnya, pihak puskesmas berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Umar Wirahadikusumah. Kartu Indonesia Sehat (KIS) segera dibuatkan, sehingga seluruh biaya pengobatan Alif ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, menyampaikan bahwa Alif akan menjalani tiga kali operasi. Operasi kedua akan dilakukan di RSU Umar Wirahadikusumah. Alif telah dijemput ke rumah sakit, dan pemerintah daerah menanggung seluruh biaya operasional selama pengobatan.

“Tidak boleh ada warga Sumedang, apalagi anak-anak, yang tidak bisa berobat hanya karena alasan biaya. Pemkab akan memastikan semua tertangani,” ujarnya.

Menurut Fajar Aldila, Pemkab Sumedang akan bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk mendampingi keluarga Alif hingga seluruh tahapan medis selesai. Proses ini mencakup pembuatan anus, pelebaran saluran, penyambungan usus, dan penutupan kolostomi.

Saat ini, Alif sedang menjalani pemeriksaan lanjutan dan persiapan operasi tahap kedua di RSU Umar Wirahadikusumah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, harapan besar ditempatkan agar Alif dapat segera pulih dan hidup normal seperti anak-anak lainnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan