Pemprov Aceh Minta Bantuan UNDP, UNICEF, dan IOM Tangani Bencana

Pemprov Aceh Mengajukan Permintaan Bantuan ke Lembaga Internasional

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh telah mengirimkan surat kepada sejumlah lembaga internasional yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu proses pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor. Lembaga-lembaga tersebut antara lain United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF). Selain itu, Pemprov Aceh juga melakukan komunikasi dengan International Organization for Migration (IOM).

Lembaga-lembaga ini memiliki kantor di Indonesia, sehingga memudahkan koordinasi dalam penanganan bencana. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa permintaan bantuan ini didasarkan pada pengalaman lembaga-lembaga tersebut dalam menangani rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca-tsunami 2004.

“Berdasarkan pertimbangan bahwa lembaga-lembaga tersebut berada di Indonesia dan pernah terlibat dalam rehab-rekon Aceh saat tsunami 2004, maka Pemerintah Aceh meminta lembaga-lembaga tersebut untuk dapat membantu Aceh,” ujar Muhammad MTA melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (15/12).

Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Muhammad MTA menekankan bahwa pelibatan lembaga PBB bersifat membantu dan tetap berada dalam koordinasi dengan pemerintah pusat. Saat ini, pemerintah pusat juga sedang melakukan supervisi terhadap penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh.

Pemprov Aceh menyerahkan bentuk bantuan kepada masing-masing lembaga internasional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta program kelembagaan mereka dalam pemulihan pascabencana. Ia berharap kontribusi lembaga-lembaga tersebut berada dalam koridor mandat yang mereka miliki, terutama pada aspek kemanusiaan dan teknis pemulihan bencana.

“Bentuk-bentuk bantuan tentu sesuai dengan konsentrasi mereka sendiri,” tambahnya.

Data Korban dan Kerusakan Akibat Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdasarkan data sementara hingga Senin (15/12). Total korban meninggal dunia mencapai 1.022 orang, dengan 206 orang masih dalam proses pencarian dan lebih dari 7.000 orang mengalami luka-luka.

Di Provinsi Aceh, jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 424 jiwa, sedangkan 32 orang hilang dan lebih dari 4.000 warga terluka. Di Sumatera Utara, korban jiwa mencapai 355 orang, dengan 84 orang hilang dan lebih dari 2.000 orang luka-luka. Sementara itu, di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal mencapai 243 orang, 90 orang hilang dan 382 luka-luka.

Bencana yang menimpa 52 kabupaten/kota di tiga provinsi ini juga menyebabkan lebih dari 975 ribu warga mengungsi. Secara keseluruhan, peristiwa ini turut merusak lebih dari 158 ribu rumah warga. Beberapa sarana publik juga terdampak, seperti:

  • 145 jembatan
  • 434 rumah ibadah
  • 581 fasilitas pendidikan
  • 290 kantor dan gedung
  • 219 fasilitas kesehatan
  • Lebih dari 1.200 fasilitas umum lainnya

Upaya Pemulihan dan Kolaborasi

Dalam upaya pemulihan, Pemprov Aceh berkomitmen untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional dan pemerintah pusat. Dengan adanya bantuan dari UNDP, UNICEF, dan IOM, diharapkan proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan efektif.

Seluruh lembaga yang terlibat diminta untuk memberikan bantuan sesuai dengan kapasitas dan mandat masing-masing. Hal ini bertujuan agar bantuan yang diberikan dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari kemanusiaan hingga teknis pemulihan infrastruktur.

Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan lembaga internasional, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan