Pemprov Sumbar Percepat Pemulihan Ekonomi Pasca-Bencana, Mahyeldi Dorong Sinergi Nasional dan Daerah

Pemprov Sumbar Fokus pada Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan target percepatan pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Langkah ini menjadi bagian penting dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang sedang disusun oleh pemerintah daerah.

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda 16 kabupaten dan kota di Sumbar memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sektor ekonomi. Untuk mengembalikan kondisi masyarakat ke keadaan normal, pemerintah daerah menilai bahwa pemulihan ekonomi sangat krusial. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan bahwa ekonomi masyarakat sempat melemah akibat bencana tersebut, sehingga diperlukan upaya segera untuk memulihkannya.

Fokus pada Sektor Pertanian

Salah satu fokus utama pemerintah adalah sektor pertanian. Banyak lahan pertanian warga yang terkena dampak banjir dan longsor. Oleh karena itu, pemerintah berupaya membenahi lahan-lahan tersebut agar dapat kembali produktif. Menurut Mahyeldi, jika sektor pertanian bergerak, maka ekonomi masyarakat juga akan ikut bangkit.

“Lahan-lahan pertanian akan segera kita benahi supaya bisa dioptimalkan kembali. Kalau pertanian bergerak, ekonomi masyarakat juga akan ikut bergerak,” ujarnya.

Dukungan untuk Usaha Kecil dan Menengah

Selain sektor pertanian, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada usaha kecil dan menengah (UKM) milik warga terdampak. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan relaksasi perbankan dan dukungan permodalan. Mahyeldi menjelaskan bahwa pemerintah bekerja sama dengan lembaga keuangan lainnya, termasuk dinas sosial dan Baznas, untuk memberikan bantuan modal kepada pelaku usaha.

“Kita memberikan relaksasi bagi masyarakat yang terkait dengan perbankan. Kemudian melalui kelembagaan keuangan lainnya, termasuk dinas sosial dan Baznas, kita dorong dukungan modal bagi masyarakat yang punya usaha,” jelas Mahyeldi.

Ia menekankan bahwa bantuan modal sangat penting agar pelaku usaha dapat kembali berdagang dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya pasca bencana. “Supaya mereka bisa berusaha kembali, bisa berdagang kembali, dan ekonominya perlahan bangkit,” katanya.

R3P sebagai Kerangka Komprehensif

Seluruh program pemulihan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan akan dirangkum secara menyeluruh dalam R3P. Rencana ini ditargetkan rampung pada 9 Januari 2026. R3P akan mencakup berbagai aspek seperti pemulihan ekonomi, pendidikan, sosial budaya, pertanian, hingga perumahan. Semua aspek tersebut akan ditangani secara komprehensif.

Sinergi Antar Pemerintah

Mahyeldi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten serta kota agar pemulihan bisa berjalan cepat dan merata. Ia menekankan bahwa alokasi anggaran dari pusat ke provinsi dan kabupaten serta kota sangat diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan.

“Untuk percepatan, perlu alokasi anggaran dari pusat ke provinsi dan kabupaten dan kota. Tiga simpul ini harus bergerak bersama. Kalau hanya satu yang bergerak, pemulihan akan lambat,” tegas Mahyeldi.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan, Mahyeldi berharap masyarakat Sumbar tidak hanya pulih dari bencana, tetapi juga menjadi lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan