
IUD atau Intrauterine Device, yang lebih dikenal sebagai KB spiral, menjadi salah satu alat kontrasepsi yang banyak digunakan oleh para ibu. Alasan utamanya adalah tingkat akurasi IUD dalam mencegah kehamilan mencapai 99,4 persen. Selain itu, IUD bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, mulai dari 3 tahun hingga 10 tahun tergantung jenisnya.
Penggunaan IUD juga memberikan rasa nyaman dan aman bagi penggunanya. Hal ini karena IUD tidak memerlukan penggunaan harian seperti pil KB. Selain itu, IUD dapat digunakan oleh ibu yang sedang menyusui tanpa mengganggu kesuburan.
IUD dipasang di dalam rahim dengan bentuk mirip huruf T yang dilengkapi dengan benang. Fungsi alat kontrasepsi ini adalah mengubah cara sperma bergerak sehingga tidak mampu mencapai sel telur. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya kehamilan sangat kecil.
Namun, meskipun IUD terbukti efektif, penggunaannya tetap memiliki risiko tertentu. Salah satu risiko yang sering dialami adalah IUD terlepas sendiri dari posisinya. Hal ini bisa terjadi bahkan saat sedang buang air kecil.
Beberapa ibu pernah mengalami hal ini dan membagikannya melalui media sosial. Lantas, apa penyebab IUD bisa terlepas sendiri? Berikut penjelasan dokter.

Menurut dr. Andrew Y Christian, SpOG., seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan, IUD yang terlepas sendiri bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah aktivitas berlebihan dalam 48 jam setelah pemasangan IUD. Selain itu, panjang benang IUD yang terlalu panjang juga bisa menjadi penyebab.
“Bisa juga karena risiko tertarik saat hubungan intim, atau penggunaan tampon atau menstrual cup,” ujar dr. Andrew saat dihubungi aiotrade.appMOM pada Rabu (7/6).
Selain itu, pemasangan IUD setelah melahirkan juga berisiko mengalami mal-posisi atau turun. Hal ini disebabkan oleh uterus yang masih dalam fase kontraksi untuk kembali ke ukuran semula setelah merenggang karena janin berkembang.
Karena itu, ibu yang baru saja memasang IUD wajib melakukan pengecekan posisi IUD dan panjang benang satu bulan setelah pemasangannya. Hal ini penting untuk memastikan IUD tetap berada di tempat yang tepat.

Jika IUD sudah terlepas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Jangan mengambil keputusan sendiri untuk beralih ke pil KB atau alat kontrasepsi lain, atau bahkan mencoba memasukkan kembali IUD ke dalam vagina tanpa bantuan profesional.
“Jika IUD sudah terlepas maka diwajibkan segera berkonsultasi agar tujuan ber-KB-nya tetap terjaga. Nanti akan dilihat apakah perlu dilakukan pemasangan ulang atau penggunaan pil KB pengganti, hingga pil KB darurat,” tambah dr. Andrew.
Dengan konsultasi yang tepat, ibu tetap bisa menjaga perlindungan kontrasepsi tanpa mengalami risiko yang tidak diinginkan. Pastikan untuk selalu memperhatikan kondisi IUD dan menjalani pemeriksaan rutin sesuai anjuran dokter.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar